AS Ajukan Tambahan Anggaran Fantastis, Biaya Perang Jadi Sorotan Dunia

  • Share
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. (Foto: Getty Images via AFP/SPENCER PLATT)

RBN || Jakarta

Pemerintah Amerika Serikat tengah mempertimbangkan pengajuan tambahan anggaran pertahanan hingga US$200 miliar (sekitar Rp3.300 triliun) untuk mendukung operasi militer dalam konflik yang terus berlangsung dengan Iran. Besarnya angka tersebut memicu perhatian global, terutama terkait dampaknya terhadap stabilitas ekonomi dan energi dunia.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa kebutuhan anggaran tersebut masih bersifat dinamis. Ia menegaskan dana tambahan diperlukan untuk memastikan kesiapan militer, termasuk ketersediaan amunisi dalam jangka panjang.

“Angka ini bisa berubah, tetapi yang jelas kami membutuhkan sumber daya untuk menjaga keamanan,” ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (19/3).

Berdasarkan analisis Center for Strategic and International Studies (CSIS), dalam 12 hari pertama konflik, AS telah menghabiskan sekitar US$16,5 miliar. Bahkan, dalam 100 jam awal saja, biaya operasi militer mencapai US$3,7 miliar, belum termasuk biaya persiapan yang diperkirakan mencapai US$630 juta.

Jika proposal tambahan anggaran disetujui, perang diperkirakan dapat berlangsung hingga 140–145 hari ke depan, dengan rata-rata biaya harian mencapai US$1,38 miliar.

Meski kebutuhan militer meningkat, rencana penambahan anggaran ini belum diajukan secara resmi oleh pemerintahan Presiden Donald Trump ke Kongres. Sejumlah anggota parlemen, termasuk dari Partai Republik, mulai menyuarakan kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas.

Namun, Ketua DPR AS Mike Johnson memberikan sinyal dukungan terhadap langkah tersebut.

“Saya akan mendukung apa pun yang diperlukan untuk menjaga keamanan rakyat Amerika,” ujarnya.

Konflik yang terus berlanjut tidak hanya membebani anggaran negara, tetapi juga memicu krisis energi global. Lonjakan harga minyak dan ketidakpastian pasokan menjadi konsekuensi nyata yang dirasakan berbagai negara.

Situasi ini menempatkan dunia pada persimpangan penting, antara kebutuhan menjaga keamanan dan risiko memperpanjang ketegangan geopolitik yang dapat berdampak luas bagi perekonomian global.

Sumber: CNN Indonesia

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *