RBN || Jakarta
Klub NAC Breda resmi mengambil langkah hukum setelah kalah dalam gugatan di KNVB terkait kasus status kewarganegaraan pemain Dean James. Keputusan ini menandai eskalasi konflik administratif menjadi sengketa hukum yang lebih serius.
Sebelumnya, KNVB memutuskan bahwa Dean James tidak melanggar aturan dan dinyatakan bebas dari tuntutan. Namun, pihak NAC Breda menilai keputusan tersebut tidak mencerminkan keadilan, terutama terkait keabsahan pemain dalam pertandingan melawan Go Ahead Eagles yang berakhir dengan skor mencolok 6-0.
Mengutip pernyataan resmi klub yang disampaikan melalui Voetbal Primeur, NAC Breda menyatakan akan mengajukan banding ke pengadilan. Mereka menilai pertandingan tersebut seharusnya tidak dilanjutkan karena status pemain yang dipermasalahkan.
Inti sengketa terletak pada status kewarganegaraan Dean James. Dalam pertandingan tersebut, ia disebut masih terdaftar sebagai pemain Belanda meski telah berganti paspor menjadi Indonesia. Hal ini memicu perdebatan mengenai kelayakan administratifnya untuk tampil.
Di sisi lain, kubu Go Ahead Eagles menanggapi langkah hukum tersebut dengan nada heran. Managing Director klub, Jan Willem van Dop, mempertanyakan konsistensi sikap NAC Breda. Ia menyinggung kasus serupa pada Agustus 2025 saat Fortuna Sittard menghadapi NAC Breda, di mana pemain Justin Hubner tetap diperbolehkan tampil.
“Jika mereka ingin menegakkan hukum, mengapa tidak dilakukan sejak awal ketika situasi serupa terjadi?” ujar Van Dop.
Meski polemik masih bergulir, Dean James kini telah kembali memperkuat Go Ahead Eagles setelah dinyatakan bebas. Situasi serupa juga dialami sejumlah pemain lain seperti Nathan Tjoe-A-On dan Tim Geypens.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa di balik dinamika kompetisi, aspek administratif dan regulasi tetap memainkan peran krusial dalam menjaga integritas sepak bola profesional.
Sumber: CNN Indonesia











