RBN || Bogor
Kasus dugaan pelecehan kembali mencuat di lingkungan kampus, kali ini terjadi di IPB University, Dramaga, Kabupaten Bogor. Peristiwa tersebut diduga melibatkan belasan mahasiswa dan lebih dari satu korban, dengan modus melalui percakapan di grup chat mahasiswa.
Presiden Mahasiswa IPB University, Muhammad Abdan Rofi, mengungkapkan bahwa terduga pelaku berjumlah 16 orang, sementara korban tercatat lebih dari satu orang dan berasal dari fakultas yang sama.
“Terduga pelaku 16 dan ada 2 korban dari fakultas yang sama,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Ia menjelaskan, baik korban maupun terduga pelaku berasal dari Fakultas Teknik dan Teknologi (FTT) IPB University.
Sementara itu, Direktur Kerja Sama, Komunikasi, dan Pemasaran IPB University, Dr. Alfian Helmi, menyampaikan bahwa kasus tersebut bermula dari sebuah grup privat mahasiswa yang dibuat pada tahun 2024.
Dalam grup tersebut, percakapan berkembang hingga memunculkan komentar yang dinilai tidak pantas terhadap mahasiswi.
“Korban mengetahui keberadaan grup tersebut dan telah berupaya menyelesaikan persoalan melalui mediasi yang difasilitasi oleh kakak tingkatnya,” jelas Alfian.
Namun, proses mediasi yang telah dilakukan sebelumnya dinilai belum memenuhi rasa keadilan bagi korban. Karena itu, korban akhirnya melaporkan kasus tersebut secara resmi ke pihak Fakultas Teknik dan Teknologi pada 15 April 2026.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh pihak kampus.
“IPB University berkomitmen untuk memastikan proses penanganan berjalan lebih komprehensif, berkeadilan, dan berorientasi pada pemulihan korban,” tegasnya.
Hingga saat ini, pihak kampus masih melakukan penanganan dan pendalaman kasus guna memastikan keadilan bagi korban serta menegakkan aturan yang berlaku di lingkungan akademik.
Sumber: Tribunnews











