69 Anggota Pasukan Keamanan Kolombia Dihormati Setelah Kecelakaan Pesawat Militer

  • Share
Foto: ABC News

RBN || Bogota

Sebanyak 69 anggota pasukan keamanan yang tewas dalam kecelakaan pesawat militer di Kolombia dihormati pada Jumat (27/3/2026) melalui foto-foto mereka yang dipajang di altar gereja, dalam sebuah upacara khidmat yang digelar di ibu kota, Bogota.

Dalam upacara tersebut, sekelompok penyintas kecelakaan memberikan doa di depan foto-foto para korban. Beberapa di antaranya duduk di kursi roda yang didampingi perawat, sementara lainnya mengenakan pembalut di lengan atau berjalan dengan susah payah.

Kecelakaan tragis ini terjadi pada Senin lalu ketika pesawat C-130 Hercules milik Angkatan Udara Kolombia jatuh tak lama setelah lepas landas dari Puerto Leguizamo, sebuah kota di Amazon Kolombia. Di dalam pesawat tersebut terdapat 126 anggota pasukan keamanan, dengan 57 di antaranya selamat.

“Kami sangat merasa sakit hati atas apa yang terjadi, karena ketika seorang prajurit atau polisi gugur, bagian dari keluarga militer kami hancur,” ujar Jenderal Hugo Alejandro López, komandan Angkatan Bersenjata Kolombia, saat upacara keagamaan.

Seorang imam membacakan nama-nama para korban satu per satu selama upacara tersebut, menegaskan bahwa mereka telah mengorbankan nyawa mereka untuk melayani tanah air.

Menteri Pertahanan Pedro Sánchez menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang berduka, memastikan bahwa mereka akan mendapat dukungan penuh dari institusi.

“Bagi sebagian orang, ini adalah penerbangan terakhir mereka di dunia ini, penerbangan yang membawa mereka menuju penerbangan abadi. Bagi yang selamat, ini adalah, dalam arti tertentu, kelahiran kembali,” kata Sánchez.

Negara ini menggelar tiga hari berkabung nasional untuk mengenang salah satu bencana udara terburuk yang tercatat dalam ingatan belakangan ini. Pihak berwenang masih menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut, namun mereka telah menutup kemungkinan serangan dari kelompok ilegal dan sedang menganalisis kondisi pesawat, landasan pacu, serta awak pesawat.

Kecelakaan ini memicu perdebatan nasional terkait kondisi armada pesawat negara. Presiden Kolombia, Gustavo Petro, kepala negara pertama yang berhaluan kiri, mempertanyakan mengapa pesawat yang digambarkan sebagai “terlalu tua” masih diizinkan beroperasi, mengingat pesawat tersebut diproduksi pada tahun 1983 dan disumbangkan oleh Amerika Serikat pada 2020.

Petro juga menekankan perlunya modernisasi armada Hercules, pesawat transportasi taktis militer yang mampu beroperasi di landasan pacu yang kasar dan tidak dipadatkan.

Sumber: ABC News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *