Penumpang KRL di Stasiun Bogor Tembus 149 Ribu pada H-2 Lebaran, Didominasi Wisatawan

  • Share
Foto: Detik News

RBN || Bogor

Lonjakan signifikan jumlah penumpang terjadi di Stasiun Bogor menjelang arus balik Lebaran 2026, di mana pada H-2 Lebaran atau Senin (23/3/2026), tercatat total sebanyak 149.305 penumpang KRL yang keluar masuk stasiun tersebut, angka ini terdiri dari 75.956 penumpang yang masuk (gate in) dan 73.349 penumpang yang keluar (gate out), menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat di kawasan Bogor dan sekitarnya selama periode libur Lebaran.

Kepala Stasiun Bogor Mardiono menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penumpang sudah mulai terlihat sejak Hari Raya Idulfitri, di mana pada hari Lebaran tercatat sekitar 80.520 pengguna KRL, kemudian meningkat tajam pada H+1 dengan total mencapai 136.107 penumpang, hingga akhirnya mencapai puncaknya di angka lebih dari 149 ribu pada H-2 Lebaran.

Kondisi ini mencerminkan tingginya minat masyarakat dalam menggunakan moda transportasi KRL sebagai pilihan utama mobilitas jarak pendek di wilayah Jabodetabek.

Selain digunakan untuk keperluan silaturahmi, mayoritas penumpang yang memadati Stasiun Bogor diketahui merupakan wisatawan yang memanfaatkan momentum libur panjang Lebaran untuk berkunjung ke berbagai destinasi di Kota Bogor dan sekitarnya.

Hal ini turut menjadi faktor utama meningkatnya volume penumpang secara signifikan dibandingkan hari biasa, bahkan hingga sore hari tercatat puluhan ribu penumpang masih terus berdatangan dan menggunakan layanan KRL, kondisi kepadatan tersebut terlihat dari antrean di area gate serta peron yang dipenuhi pengguna jasa kereta, meskipun demikian operasional layanan tetap berjalan normal dengan pengaturan yang dilakukan oleh petugas guna menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Lonjakan ini juga tidak terlepas dari upaya operator KRL yang telah menambah frekuensi perjalanan selama masa angkutan Lebaran 2026, dengan lebih dari seribu perjalanan KRL dioperasikan setiap hari untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Jabodetabek, langkah ini dinilai efektif dalam menjaga kelancaran arus penumpang meskipun terjadi peningkatan signifikan.

Pihak stasiun pun mengimbau para pengguna untuk tetap mengikuti arahan petugas, menjaga ketertiban, serta mengatur waktu perjalanan guna menghindari kepadatan berlebih pada jam-jam tertentu, secara keseluruhan fenomena ini menunjukkan bahwa KRL masih menjadi tulang punggung transportasi publik perkotaan selama periode Lebaran, khususnya bagi masyarakat yang melakukan perjalanan jarak dekat dengan efisien dan terjangkau.

Sumber: Detik News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *