Trump Klaim Ada Peluang Damai dengan Iran, Teheran Membantah

  • Share
Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan potensi menyelesaikan perang dengan Iran tak dilakukan dengan Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei. (Foto: REUTERS/Nathan Howard)

RBN || Jakarta

Presiden Donald Trump mengungkapkan adanya pembicaraan intensif dengan pihak Iran yang disebut membuka peluang menuju kesepakatan untuk mengakhiri konflik. Namun, klaim tersebut langsung dibantah oleh otoritas Iran.

Berbicara kepada jurnalis di Florida pada Senin (23/3), Trump menyatakan bahwa komunikasi telah berlangsung dengan tokoh yang ia sebut sebagai pemimpin yang dihormati, meski bukan dengan Mojtaba Khamenei.

Ia juga mengungkapkan bahwa utusannya, Steve Witkoff, bersama Jared Kushner, telah melakukan pembicaraan dengan pihak Iran sejak akhir pekan lalu.

“Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat intens. Ada kemungkinan nyata untuk mencapai kesepakatan,” ujar Trump.

Trump menyebut bahwa diskusi yang berlangsung telah menghasilkan sejumlah “poin kesepakatan utama”. Menurutnya, hampir seluruh aspek penting telah dibahas, membuka jalan bagi potensi penyelesaian konflik yang lebih luas.

Pernyataan ini memunculkan harapan akan meredanya ketegangan yang selama ini berdampak besar terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global.

Namun demikian, klaim tersebut segera ditepis oleh pihak Iran. Kantor berita resmi dan semi-resmi negara itu menyebut tidak ada komunikasi, baik langsung maupun tidak langsung, dengan pemerintah Amerika Serikat.

Kementerian Luar Negeri Iran bahkan menilai pernyataan Trump sebagai bagian dari strategi politik.

“Pernyataan Presiden AS merupakan upaya untuk menurunkan harga energi dan mengulur waktu bagi rencana militernya,” demikian pernyataan resmi yang dikutip media Iran.

Di tengah perbedaan klaim tersebut, sejumlah negara di kawasan disebut tengah mengupayakan mediasi untuk meredakan konflik. Iran menyatakan terbuka terhadap inisiatif tersebut, namun menegaskan bahwa tanggung jawab utama berada di pihak Washington.

Situasi ini mencerminkan kompleksitas hubungan kedua negara, di mana peluang diplomasi masih terbuka, namun dibayangi ketidakpercayaan yang tinggi.

Meski pernyataan Trump memberi sinyal optimisme, bantahan Iran menunjukkan bahwa jalan menuju perdamaian masih penuh tantangan. Dunia kini menanti apakah diplomasi dapat mengalahkan eskalasi, atau justru konflik akan terus berlanjut.

Sumber: CNN Indonesia

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *