Harga Cabai Melonjak Jelang Idulfitri, Pemerintah Siapkan Langkah Antisipasi

  • Share
Bulog tengah mencari solusi agar kenaikan harga cabai tidak melambung terlalu tinggi. (FOTO: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

RBN || Jakarta

Lonjakan harga cabai kembali menjadi sorotan menjelang Idulfitri 2026. Kenaikan ini dipicu oleh terbatasnya pasokan akibat tantangan produksi, di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengungkapkan bahwa cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang membutuhkan perawatan intensif dan keahlian khusus. Kondisi ini membuat produksinya tidak selalu stabil.

“Cabai termasuk tanaman yang perawatannya cukup kompleks. Dibutuhkan ketelitian dan keahlian agar hasilnya optimal,” ujarnya di Jakarta, Selasa (17/3).

Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan harga cabai rawit merah masih berada pada level tinggi, yakni sekitar Rp92.950 per kilogram di tingkat eceran. Sementara itu, harga cabai merah keriting tercatat Rp55.950 per kilogram, cabai merah besar Rp56.100 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp59 ribu per kilogram.

Kenaikan lebih tajam terpantau di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Gudang Tigaraksa, Banten. Di lokasi tersebut, harga cabai rawit merah melonjak hingga Rp120 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp80 ribu.

Seorang pedagang, Sukarta, menyebutkan bahwa fluktuasi harga cabai merupakan hal yang lazim, terutama menjelang hari besar keagamaan. “Permintaan meningkat, sementara pasokan terbatas. Ini yang membuat harga naik,” jelasnya.

Ia juga memperkirakan tren kenaikan harga masih akan berlanjut seiring mendekatnya hari raya.

Menanggapi kondisi ini, Bulog menyatakan tengah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga pangan. Upaya tersebut diharapkan mampu menekan lonjakan harga agar tetap terkendali, sekaligus memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

Fenomena ini menjadi pengingat pentingnya penguatan sektor pertanian, khususnya dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan nasional, agar gejolak harga dapat diminimalkan di masa mendatang.

Sumber: CNN Indonesia

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *