BPBD Jawa Timur Cek Peralatan Sistem Peringatan Dini (EWS) Hadapi Cuaca Ekstrem

  • Share
Petugas BPBD Jatim melakukan pemeriksaan alat EWS. ANTARA/HO-BPBD Jatim

RBN || Surabaya

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur (Jatim) terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem dengan memeriksa peralatan Early Warning System (EWS) yang tersebar di berbagai daerah rawan bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengungkapkan bahwa selain meningkatkan kewaspadaan masyarakat, pihaknya juga secara rutin mengecek kondisi peralatan EWS untuk memastikan fungsinya tetap optimal dalam memberikan peringatan dini bagi masyarakat.

“Selain masyarakat yang harus meningkatkan kewaspadaannya, peralatan EWS juga kami cek kondisinya, dan personel BPBD juga kami tingkatkan kesiagaannya,” kata Gatot Soebroto, Jumat (6/3/2026).

Dia menambahkan, meskipun BPBD Jatim dapat memantau perkembangan EWS melalui dashboard di kantor, pengecekan langsung ke lapangan sangat penting untuk memastikan kondisi riil peralatan di lokasi. Hal ini bertujuan agar EWS bisa berfungsi maksimal dalam memberikan peringatan dini kepada masyarakat jika terjadi bencana.

“Sebetulnya, perkembangan EWS di Jatim ini bisa kami pantau lewat dashboard di kantor. Namun, pengecekan langsung ke lapangan juga perlu dilakukan, agar kami bisa mengetahui kondisi riil EWS di lokasi, supaya bisa menjadi alat deteksi dini bagi masyarakat sekitar jika terjadi bencana,” tambah Gatot.

Pengecekan EWS kali ini dimulai di Kabupaten Banyuwangi, tepatnya di sirene tsunami EWS Pantai Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran. Selanjutnya, kegiatan ini berlanjut ke berbagai daerah lainnya, termasuk Kabupaten Jember, Lumajang, Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan.

Sebanyak 71 titik EWS yang terdiri dari 27 titik EWS banjir, 27 titik EWS longsor, dan 17 titik sirene tsunami akan diperiksa untuk memastikan peralatan tersebut dalam kondisi baik dan dapat berfungsi dengan efektif.

Gatot berharap, dengan pengecekan ini, BPBD Jawa Timur dapat lebih siap dalam mengurangi risiko bencana yang mungkin terjadi selama cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

Sumber: Metro Tv

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *