Sri Lanka Tetapkan Darurat Nasional, 153 Tewas dan 191 Hilang Akibat Banjir Bandang Siklon Ditwah

  • Share
Sri Lanka Tetapkan Darurat Nasional
Sri Lanka Tetapkan Darurat Nasional

RBN || Sri Lanka

Pemerintah Sri Lanka menetapkan status darurat nasional pada Sabtu (29/11) setelah banjir bandang dan longsor dahsyat yang dipicu Siklon Ditwah menewaskan sedikitnya 153 orang, sementara 191 lainnya masih hilang. Bencana ini menjadi salah satu yang paling mematikan dalam delapan tahun terakhir.

Menurut laporan Pusat Manajemen Bencana (DMC), hujan deras selama sepekan telah menghancurkan lebih dari 20.000 rumah. Dampaknya, lebih dari 108.000 warga terpaksa mengungsi ke tempat penampungan sementara dan hampir 800.000 orang membutuhkan bantuan darurat, mulai dari makanan, air bersih, hingga layanan kesehatan.

Presiden Anura Kumara Dissanayake mengaktifkan status darurat untuk mempermudah koordinasi antarlembaga dan mempercepat penanggulangan bencana. Kebijakan ini memberikan kewenangan penuh bagi pemerintah untuk mengatur distribusi bantuan dan operasi penyelamatan.

Salah satu tragedi yang menonjol adalah tewasnya 11 penghuni panti jompo di Kurunegala, yang tersapu banjir saat air tiba-tiba meluap pada Sabtu sore.

Di wilayah Badulla dan sejumlah daerah pegunungan lainnya, jalanan tertutup longsor, membuat desa-desa terpencil terisolasi dan sulit dijangkau tim penyelamat.

Militer Sri Lanka dikerahkan untuk melakukan evakuasi. Salah satu operasi dramatis yang berlangsung selama 24 jam berhasil menyelamatkan 69 penumpang bus yang terjebak banjir.

Meski demikian, situasi di lapangan masih sangat sulit. Warga di beberapa desa melaporkan kekurangan bahan pangan dan air bersih. Listrik dan jaringan air putus di hampir sepertiga wilayah negeri karena banyak fasilitas vital yang rusak atau terendam.

Seiring pergerakan Siklon Ditwah menuju India, pemerintah Sri Lanka telah mengajukan permohonan bantuan internasional. India menjadi negara pertama yang merespons cepat dengan mengirimkan pasokan darurat, helikopter, dan tim penyelamat untuk membantu proses evakuasi.

Otoritas Sri Lanka memperingatkan risiko banjir lanjutan, terutama di sepanjang Sungai Kelani, mengingat curah hujan di utara pulau masih tinggi meskipun mulai mereda di wilayah lain.

Bencana ini disebut sebagai yang paling mematikan sejak 2017, ketika banjir dan longsor menewaskan lebih dari 200 orang di Sri Lanka.

Pemerintah kini fokus pada pencarian korban hilang, pemulihan infrastruktur, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

Sumber: CNN

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *