RBN || Vatikan
Vatikan secara resmi menyatakan tidak akan bergabung dalam Board of Peace (BoP), dewan perdamaian yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan ini disampaikan oleh Kardinal Pietro Parolin, diplomat tertinggi Vatikan, dengan menegaskan bahwa Vatikan memiliki status khusus dalam hubungan internasional.
Menurut Parolin, Vatikan memilih untuk tidak terlibat karena posisinya berbeda dari negara lain, serta meyakini bahwa penanganan krisis kemanusiaan global, termasuk konflik di Jalur Gaza Palestina, seharusnya tetap berada di bawah koordinasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ia menegaskan bahwa PBB memiliki legitimasi dan mekanisme internasional yang telah diakui secara luas untuk menangani konflik dan krisis kemanusiaan. Oleh karena itu, Vatikan menilai pembentukan badan baru di luar kerangka PBB berpotensi menimbulkan tumpang tindih peran dan melemahkan sistem internasional yang sudah ada.
Saat ini, Vatikan dipimpin oleh Paus Leo XIV, paus pertama asal Amerika Serikat yang dikenal aktif menyuarakan keprihatinan terhadap berbagai isu kemanusiaan, termasuk kondisi warga sipil di Gaza. Meski Paus Leo XIV tidak secara langsung mengecam Israel, ia berulang kali menekankan pentingnya perlindungan kemanusiaan dan penyelesaian damai.
Sebagai pemimpin sekitar 1,4 miliar umat Katolik di seluruh dunia, paus memang jarang terlibat langsung dalam badan internasional yang bersifat politik. Vatikan sendiri berstatus sebagai pengamat tetap di PBB dan memiliki jaringan diplomatik yang luas di berbagai negara.
Selain Vatikan, Italia dan Uni Eropa juga memilih tidak bergabung secara resmi dalam Board of Peace. Namun, kedua pihak menyatakan akan mengirim perwakilan sebagai pengamat dalam pertemuan perdana dewan tersebut di Washington D.C.
Pembentukan Board of Peace menuai beragam respons dari komunitas internasional. Sejumlah pakar hak asasi manusia mengkritik struktur dewan tersebut dan menilai pembentukannya berpotensi melemahkan peran PBB. Kritik juga muncul karena dewan tersebut tidak melibatkan perwakilan Palestina, meskipun konflik Gaza menjadi salah satu fokus utama.
Meski demikian, beberapa negara sekutu Amerika Serikat, termasuk sejumlah negara di Timur Tengah dan Asia, tetap memutuskan untuk bergabung. Indonesia menjadi salah satu negara yang berpartisipasi, dengan Presiden Prabowo Subianto telah tiba di Washington D.C untuk menghadiri pertemuan perdana Board of Peace.
Sumber: CNN Indonesia











