RBN || Milan
Seiring dengan bertambahnya usia harapan hidup masyarakat Italia, munculnya konsep silver housing atau hunian untuk lansia mulai menarik perhatian. Hunian ini menawarkan kenyamanan dan kemandirian bagi warga lansia dengan tetap mempertahankan kehidupan sosial yang aktif, dan kini mulai populer di Italia, setelah sebelumnya lebih dulu diterima di negara-negara seperti Amerika Serikat dan Eropa Utara.
Salah satu tempat yang menerapkan konsep ini adalah Aris Senior Living di Roma. Tempat ini menghubungkan kehidupan mandiri dengan layanan kesehatan ringan, menjadi pilihan bagi warga lanjut usia yang menginginkan kehidupan lebih mandiri dibandingkan dengan fasilitas perawatan tradisional.
Seperti yang diungkapkan oleh Umberto Giuggiarini, 85 tahun, salah satu penghuni Aris, “Dulu saya tinggal bersama keluarga anak saya, namun mereka sibuk bekerja dan bersekolah, saya hanya tinggal di rumah bersama anjing mereka,” ungkapnya. Ia mengungkapkan, setelah tinggal di Aris, ia merasa lebih hidup dan tak lagi merasa kesepian.
Di Aris, Umberto dan penghuni lainnya bisa menikmati suasana yang nyaman dan dilayani dengan fasilitas yang mendukung kemandirian mereka. “Di sini selalu ada teman di sekitar, saya tidak pernah merasa sendirian,” lanjutnya.
Maria Arena, 87 tahun, juga menyampaikan keputusannya untuk pindah ke Aris setelah pengalaman buruk di panti jompo. “Di panti, banyak orang di kursi roda, sangat menyedihkan. Itu yang akhirnya membuat saya memutuskan pindah ke sini,” katanya.
Keputusan untuk pindah ke perumahan khusus lansia ini tidak lepas dari pertumbuhan pesat populasi lansia di Italia. Berdasarkan data ISTAT, lebih dari 24% penduduk Italia berusia 65 tahun ke atas pada tahun lalu, dan diperkirakan akan mencapai 30% pada 2035. Dengan bertambahnya jumlah lansia yang hidup sendiri, kebutuhan akan hunian yang lebih sesuai dengan kebutuhan mereka semakin meningkat.
Namun, meski konsep silver housing menawarkan banyak manfaat, harga sewa yang relatif mahal, berkisar antara 1.500 hingga 4.000 euro per bulan, menjadikannya tidak terjangkau bagi sebagian besar warga. Rata-rata pensiun di Italia tidak lebih dari 1.500 euro, sehingga banyak yang merasa pilihan ini di luar jangkauan mereka.
Sementara itu, beberapa penghuni lainnya memilih untuk tinggal di silver housing karena lebih hemat biaya. Silvana Vitacolonne, 90 tahun, yang menyewa apartemennya di Roma untuk membayar biaya tinggal di Aris, mengatakan, “Tinggal di rumah sendiri ternyata lebih mahal daripada tinggal di sini. Saya hitung semua biaya dan akhirnya memutuskan untuk tinggal di sini,” ujarnya.
Pasar silver housing terus berkembang, dengan operator melihat potensi besar dalam memenuhi kebutuhan lansia yang semakin meningkat. Mariuccia Rossini, CEO dari Over, pengelola Aris, menyatakan bahwa ada banyak daftar tunggu di fasilitas mereka, yang menandakan permintaan yang terus meningkat meski pasar ini masih berusaha meyakinkan masyarakat konservatif Italia tentang manfaat hunian lansia ini.
Di sisi lain, sektor investasi juga melihat potensi besar dalam pasar ini. Banyak proyek pengembangan perumahan untuk lansia sedang berjalan, termasuk kerjasama antara lembaga negara dan perusahaan investasi di Roma dan Milan yang tengah mengembangkan unit-unit hunian lansia di berbagai lokasi.
Dengan adanya silver housing, para lansia di Italia kini memiliki lebih banyak pilihan untuk menjalani masa tua yang lebih mandiri, nyaman, dan sosial, meskipun tantangan biaya tetap menjadi hambatan utama bagi banyak orang.
Sumber: Reuters











