RBN || Palembang
Ratusan warga di Palembang melaksanakan salat Idulfitri dengan menggunakan metode rukyat global sebagai dasar penetapan hari raya yang mereka yakini, sehingga pelaksanaan ibadah dilakukan lebih awal dibandingkan ketetapan resmi di wilayah lain.
Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (19/3/2026) pagi, dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan, di mana para jamaah berkumpul untuk menunaikan salat berjamaah sebagai bentuk syukur dan perayaan setelah menjalani bulan Ramadan.
Perbedaan penetapan waktu Idulfitri ini tidak mengurangi kekhusyukan ibadah yang dijalankan oleh masyarakat yang memilih mengikuti metode tersebut karena bagi mereka keseragaman dalam memahami rukyat global menjadi landasan utama dalam menentukan awal bulan Syawal dan pelaksanaan salat Idulfitri.
Peristiwa ini sekaligus mencerminkan adanya keragaman dalam praktik keagamaan yang tetap berjalan berdampingan secara harmonis di tengah masyarakat serta menunjukkan bahwa perbedaan dalam metode penentuan waktu ibadah dapat diterima sebagai bagian dari dinamika keagamaan yang hidup dan berkembang dalam kehidupan sosial, tanpa menimbulkan konflik di antara umat.
Kebersamaan yang tercipta dalam pelaksanaan salat ini menjadi simbol persatuan dan saling menghormati dalam keberagaman keyakinan yang ada di tengah masyarakat kota Palembang. Dan suasana damai yang menyertai kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa nilai nilai toleransi dan penghargaan terhadap perbedaan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan beragama sehari hari.
Sumber: Kompas.com











