RBN || Jakarta
BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara mulai merealisasikan impor 105 ribu unit mobil pikap dari India untuk kendaraan operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Sejumlah unit telah mendarat di Indonesia, termasuk model Mahindra Scorpio Pikap yang sudah dilengkapi livery KDMP.
Pikap tersebut menggunakan sistem penggerak empat roda (4×4) sesuai spesifikasi pengadaan. Namun, muncul anggapan bahwa fitur 4×4 berpotensi mubazir bila tidak dimanfaatkan secara optimal.
Pakar berkendara sekaligus anggota Kebijakan dan Advokasi Berkendara Direktorat Keselamatan Berkendara Ikatan Motor Indonesia (IMI), Erreza Hardian, menegaskan pemahaman teknis menjadi kunci agar kendaraan digunakan sesuai fungsinya.
“Membaca buku manual kendaraan adalah langkah penting agar pengurus dan operator koperasi memahami. Jangan sampai setiap saat hanya menggunakan 2WD seperti yang banyak ditemukan di site pertambangan dan perkebunan. Padahal syarat pengadaan jelas harus penggerak 4×4,” ujarnya.
Secara umum, kendaraan 4×4 memiliki tiga konfigurasi utama:
• 2H (Two High): penggerak dua roda belakang untuk penggunaan jalan normal.
• 4H (Four High): penggerak empat roda untuk medan licin atau tidak rata dengan kecepatan relatif tinggi.
• 4L (Four Low): penggerak empat roda dengan rasio gigi rendah guna menghasilkan torsi besar pada kecepatan rendah, cocok untuk medan berat atau off-road.
Menurut Reza, penggunaan fitur 4WD secara tepat akan meningkatkan traksi, stabilitas, serta daya cengkeram kendaraan. Bahkan, dalam kondisi tertentu dapat membantu pengereman lebih efektif dan meningkatkan kenyamanan saat membawa muatan.
“Kalau sudah dibeli dengan spesifikasi 4WD, ya harus dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Dengan traksi yang optimal, kendaraan lebih aman dan efisien untuk operasional di berbagai kondisi jalan,” jelasnya.
Optimalisasi fitur dinilai penting agar investasi besar pada kendaraan operasional ini benar-benar memberi manfaat maksimal bagi distribusi logistik desa.
Sumber: Detik News











