RBN || Jakarta
Sebuah pesawat perintis milik PT Smart Air Aviation dengan nomor registrasi PK-SNR dilaporkan ditembaki oleh orang tak dikenal (OTK) saat melayani rute Tanah Merah–Danowage/Koroway Batu, Rabu (11/2) sekitar pukul 10.38 WIT.
Informasi awal diterima pemerintah pusat dan saat ini masih dalam proses pendalaman. Kabiro Humas dan Data Kemenko Polhukam, Brigjen TNI Inf Honi Havana, membenarkan adanya laporan tersebut.
“Info awal sudah kami terima, kami sedang mendalami,” ujar Honi saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).
Ia menambahkan, Kemenko Polhukam masih menunggu informasi lebih detail dari satuan kewilayahan setempat. “Sedang dilaksanakan pengecekan lebih lanjut,” katanya.
Berdasarkan data awal yang diterima, pesawat tersebut mengangkut 13 penumpang, termasuk seorang bayi. Insiden penembakan pertama kali dilaporkan oleh pilot pesawat.
Dalam pesan terakhir yang diterima sebelum komunikasi terputus, pilot menyampaikan situasi darurat. “Gak ada sinyal, tolong dilacak saja. Di Koroway kita ditembaki,” demikian isi pesan yang beredar.
Setelah kejadian, pilot bersama para penumpang dilaporkan menyelamatkan diri ke hutan. Hingga berita ini diturunkan, kondisi seluruh penumpang dan kru belum dapat dipastikan.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F. Laisa, menyatakan pihaknya telah menerima laporan terkait insiden tersebut dan sedang menyiapkan pernyataan resmi.
Otoritas terkait kini berupaya melakukan pelacakan dan koordinasi dengan aparat keamanan di wilayah setempat untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru pesawat.
Sumber: Kumparan











