Penerimaan Pajak Naik Signifikan, Prabowo Singgung Kepatuhan Masyarakat Meningkat

  • Share
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: CNN Indonesia)

RBN || Jakarta

Penerimaan pajak Indonesia menunjukkan tren positif pada awal tahun 2026, dengan pertumbuhan signifikan yang mencerminkan membaiknya kondisi ekonomi nasional. Dalam laporan yang disampaikan kepada Presiden, capaian ini bahkan memunculkan respons bahwa peningkatan tersebut terjadi karena adanya efek disiplin yang lebih tinggi dari masyarakat maupun aparat pajak.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional, Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan bahwa pada periode Januari hingga Februari 2026, pertumbuhan penerimaan pajak sempat mencapai 30 persen. Saat capaian itu dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto, muncul komentar yang menyinggung meningkatnya kepatuhan. Menurut Purbaya, Presiden menyampaikan bahwa lonjakan tersebut bisa jadi karena masyarakat dan aparat pajak kini lebih berhati-hati dan disiplin dalam menjalankan kewajibannya.

Memasuki akhir kuartal pertama, tepatnya per 31 Maret 2026, Kementerian Keuangan mencatat total penerimaan pajak telah mencapai Rp394,8 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 20,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi indikator kuat bahwa aktivitas ekonomi mulai menunjukkan pemulihan yang konsisten sejak awal tahun.

Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan bahwa kenaikan penerimaan pajak tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan selaras dengan peningkatan aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Ia menilai bahwa pertumbuhan ini mengonfirmasi bahwa kondisi ekonomi Indonesia sedang bergerak ke arah yang lebih baik, dengan aktivitas produksi dan konsumsi yang semakin meningkat.

Kontributor utama dalam kenaikan penerimaan pajak berasal dari sektor Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah. Kedua jenis pajak ini tercatat mengalami lonjakan sebesar 57,7 persen secara tahunan, dengan total penerimaan mencapai Rp155,6 triliun. “PPN dan PPnBM tumbuhnya 57,7 persen. Artinya memang kualitas ekonominya jauh lebih sibuk dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya menegaskan bahwa tingginya pertumbuhan PPN dan PPnBM mencerminkan kualitas aktivitas ekonomi yang jauh lebih dinamis dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menjadi sinyal positif bahwa daya beli masyarakat dan perputaran ekonomi nasional mulai kembali menguat, sekaligus memperkuat optimisme terhadap kinerja ekonomi Indonesia ke depan.

Sumber: CNN Indonesia

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *