Pemerintah Pastikan Harga BBM Tetap Stabil hingga Akhir 2026 di Tengah Tekanan Global dan Lonjakan Harga Minyak Dunia

  • Share
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.(Foto: Liputan6.com/Tira)

RBN || Jakarta

Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia masih dapat dipertahankan hingga akhir tahun 2026 meskipun tekanan global terus meningkat, khususnya akibat lonjakan harga minyak dunia yang dipicu konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan pada 17 Maret 2026 di sela kunjungannya ke Yogyakarta sebagai respons atas kekhawatiran publik terhadap potensi kenaikan harga energi kebijakan ini didasarkan pada kemampuan fiskal negara yang dinilai masih kuat, di mana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berfungsi sebagai instrumen “shock absorber” untuk meredam dampak eksternal sehingga kenaikan harga minyak mentah yang telah menembus kisaran 100 dolar AS per barel tidak langsung ditransmisikan ke harga BBM domestik sekaligus menjaga daya beli masyarakat agar tidak tergerus.

Pemerintah juga menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada perhitungan maupun rencana untuk menaikkan harga BBM karena ketersediaan anggaran masih mencukupi untuk mempertahankan harga pada level saat ini meskipun di sisi lain risiko tetap membayangi apabila tren kenaikan harga minyak global berlangsung dalam jangka panjang yang berpotensi memperbesar beban subsidi dan menekan defisit anggaran dalam konteks tersebut.

Stabilitas harga BBM yang terjaga saat ini tidak semata mencerminkan kondisi pasar yang kondusif, melainkan merupakan hasil intervensi fiskal yang terukur dan strategi kebijakan pemerintah dalam menyeimbangkan antara stabilitas ekonomi makro, keberlanjutan fiskal, serta perlindungan terhadap masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global yang terus berkembang.

Sumber: Liputan6

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *