RBN || Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memulai proyek pembongkaran tiang monorel mangkrak di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (14/1/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya penataan ulang infrastruktur perkotaan sekaligus mengakhiri jejak proyek lama yang selama bertahun-tahun membebani ruang publik di salah satu koridor tersibuk Ibu Kota.
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyampaikan bahwa pekerjaan pembongkaran dilakukan di sepanjang ruas Jalan HR Rasuna Said sisi timur. Lokasi pengerjaan dimulai setelah Jalan Gembira dan berakhir di Simpang Kuningan, tepatnya di pertemuan Jalan HR Rasuna Said dengan Jalan Jenderal Gatot Subroto.
“Lokasi pekerjaan berada di sepanjang Jalan HR Rasuna Said sisi timur, dengan titik awal setelah Jalan Gembira hingga titik akhir di Simpang Kuningan,” tulis Dishub DKI Jakarta melalui akun resmi X @dishubjakarta.
Secara teknis, area pembongkaran membentang dari arah utara ke selatan, dimulai dari STA 3+650 di kawasan Jalan Gembira hingga STA 0+000 di perempatan Jalan Gatot Subroto. Tahapan awal proyek diawali dengan kegiatan groundbreaking yang dipusatkan di depan Stasiun LRT Setiabudi, menandai dimulainya proses pembongkaran secara resmi.
Untuk memastikan kelancaran pekerjaan dan menjaga keselamatan pengguna jalan, Dishub DKI Jakarta menerapkan rekayasa lalu lintas dengan menutup jalur lambat di sisi timur Jalan HR Rasuna Said. Penutupan dilakukan dari ujung utara jalur lambat hingga bukaan pertama dari jalur cepat menuju jalur lambat.
Masyarakat yang biasa melintasi kawasan Setiabudi, Wisma Bakrie, hingga Menteng Atas diimbau untuk menggunakan rute alternatif guna menghindari potensi kepadatan lalu lintas. Petugas Dishub akan disiagakan di lapangan selama proses pembongkaran berlangsung untuk mengatur arus kendaraan dan membantu pengendara.
Pembongkaran ini diharapkan menjadi langkah awal menuju tata kota Jakarta yang lebih tertib, aman, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Sumber: Metro tv











