RBN || Jakarta
OpenAI resmi memperluas kiprahnya ke industri perangkat keras (hardware) dengan meluncurkan keyboard premium bernama Codex Micro. Produk yang dibanderol USD 230 atau sekitar Rp4 jutaan ini dirancang untuk terintegrasi dengan asisten pemrograman berbasis kecerdasan buatan (AI), Codex.
Peluncuran Codex Micro menjadi langkah baru OpenAI dalam menghadirkan pengalaman penggunaan AI yang lebih interaktif melalui perangkat fisik. Keyboard ini dikembangkan bersama Work Louder, perusahaan yang dikenal sebagai spesialis desain keyboard premium.
Dikutip dari TechCrunch, Jumat (17/7/2026), Codex Micro diposisikan sebagai pusat kendali fisik bagi pengguna ChatGPT untuk mengelola agen-agen AI. Agen AI tersebut merupakan bot semiotonom yang mampu menulis hingga mengeksekusi kode pemrograman dengan campur tangan manusia yang minim.
Berbeda dengan keyboard pada umumnya, Codex Micro dibekali sejumlah fitur yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas pengguna, khususnya para pengembang perangkat lunak. Salah satunya adalah Agent Keys yang dilengkapi lampu indikator untuk memantau status agen AI yang sedang aktif.
Selain itu, tersedia pula Command Keys yang dapat dikustomisasi sebagai pintasan berbagai perintah, sehingga pengguna dapat menjalankan tugas tertentu dengan lebih cepat dan efisien. OpenAI juga menyematkan sebuah joystick yang berfungsi untuk menjalankan berbagai alur kerja (workflow) secara praktis.
Fitur lain yang menjadi daya tarik perangkat ini adalah keberadaan kenop putar (dial) khusus untuk mengatur tingkat penalaran (reasoning) asisten AI. Melalui fitur tersebut, pengguna dapat menentukan seberapa besar daya komputasi dan waktu yang diperlukan agen AI dalam menyelesaikan sebuah tugas.
Dengan pengaturan ini, pengguna dapat menyesuaikan performa AI sesuai tingkat kompleksitas pekerjaan yang sedang dilakukan.
OpenAI mengonfirmasi bahwa Codex Micro diproduksi dalam jumlah terbatas. Keputusan tersebut mengindikasikan bahwa perangkat ini lebih ditujukan sebagai produk eksklusif sekaligus penanda langkah awal OpenAI memasuki pasar hardware, dibandingkan menjadi produk yang dipasarkan secara massal.
Kehadiran Codex Micro juga menunjukkan ambisi OpenAI untuk tidak hanya mengembangkan perangkat lunak berbasis AI, tetapi juga membangun ekosistem perangkat yang mampu menghadirkan interaksi lebih intuitif antara manusia dan kecerdasan buatan di masa depan.
Sumber: Liputan6











