RBN || Jakarta
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diproyeksikan akan keluar dari zona merah dan kembali menguat pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2). Optimisme tersebut disampaikan Purbaya menyusul dinamika manajemen di sektor keuangan yang sempat memicu kekhawatiran pelaku pasar.
“Enggak (kebakaran). Pasti bergerak naiklah,” ujar Purbaya kepada wartawan usai menghadiri kegiatan di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu malam.
Menurut Purbaya, tekanan yang terjadi di pasar modal dalam beberapa waktu terakhir lebih disebabkan oleh faktor psikologis dan ketidakpastian akibat perubahan kepemimpinan di sejumlah lembaga strategis, termasuk mundurnya Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman. Namun demikian, ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak mencerminkan pelemahan fundamental ekonomi nasional.
Purbaya menilai BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memiliki sistem tata kelola yang matang dan teruji, sehingga proses pergantian pejabat dapat berlangsung secara cepat dan terukur tanpa mengganggu operasional maupun stabilitas pasar keuangan.
“Kalau sudah begitu, pasar akan kembali melihat fundamentalnya. Fundamental ekonomi kita bagus. Terus saya perbaiki dan akan membaik ke depan. Tahun ini, ekonomi mungkin bisa saya dorong mendekati 6 persen,” kata Purbaya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa IHSG masih memiliki ruang penguatan yang cukup besar seiring dengan siklus bisnis yang secara alami dapat berbalik naik setelah menyentuh titik terendah. Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan terjadinya koreksi dalam jangka pendek, namun peluangnya dinilai relatif kecil.
“Peluang koreksi selalu ada. Tapi saya pikir kecil. Fondasi ekonomi kuat, respons kebijakan dari bursa maupun OJK cepat, tidak ada kekacauan. Ini menjadi modal yang sangat kuat untuk tumbuh lebih kencang,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, pada Jumat (30/1), sejumlah pejabat tinggi di sektor keuangan mengumumkan pengunduran diri secara beruntun dalam satu hari. Pada pagi hari, Iman Rachman secara resmi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai Direktur Utama BEI. Selanjutnya, pada Jumat sore sekitar pukul 18.30 WIB, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar bersama dua pejabat tinggi pasar modal juga mengumumkan pengunduran diri. Tak lama berselang, Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara turut mengundurkan diri sebagaimana disampaikan dalam siaran pers pada pukul 21.00 WIB.
Sebagai langkah menjaga kesinambungan kepemimpinan dan stabilitas sektor jasa keuangan, OJK pada Sabtu (31/1) menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK. Selain itu, Hasan Fawzi ditunjuk sebagai Anggota Dewan Komisioner Pengganti Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.
Sementara itu, BEI juga berencana mengumumkan Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama sebelum pembukaan perdagangan bursa pada Senin (2/2), guna memastikan kelancaran aktivitas pasar modal dan menjaga kepercayaan investor.
Dengan berbagai langkah cepat dan terkoordinasi tersebut, pemerintah optimistis stabilitas pasar keuangan nasional tetap terjaga dan IHSG dapat kembali bergerak positif seiring kuatnya fundamental ekonomi Indonesia.
Sumber: ANTARA











