Konflik Timur Tengah Guncang Pariwisata, Harga Hotel Dubai dan Abu Dhabi Terjun Bebas hingga 75 Persen

  • Share
Foto: Berita Nasional

RBN || Dubai

Industri pariwisata di kawasan Teluk, khususnya Dubai dan Abu Dhabi, mengalami tekanan hebat menyusul eskalasi konflik geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel sejak awal 2026. Kondisi tersebut berdampak langsung pada anjloknya harga kamar hotel hingga mencapai 75 persen akibat penurunan drastis jumlah wisatawan internasional serta gelombang pembatalan pemesanan secara massal.

Berdasarkan analisis yang dirilis sejumlah lembaga dan laporan media, tarif hotel bintang empat yang sebelumnya berada di kisaran 200 hingga 250 dolar AS per malam kini merosot tajam menjadi sekitar 50 hingga 60 dolar AS, sementara hotel berbintang lima juga mengalami koreksi harga signifikan hingga lebih dari separuh tarif normalnya.

Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran keamanan dan terganggunya mobilitas penerbangan internasional di kawasan, yang membuat tingkat hunian hotel di dua kota tersebut jatuh ke level rendah, bahkan di bawah 20 persen.

Sejumlah hotel pun terpaksa menerapkan strategi agresif dengan memangkas harga serta menawarkan paket menginap murah guna menarik wisatawan domestik sebagai upaya bertahan di tengah krisis. Di sisi lain, pemerintah Uni Emirat Arab turut mengambil langkah mitigasi dengan menjamin akomodasi bagi wisatawan yang terdampak pembatalan penerbangan serta mendorong sektor pariwisata tetap bergerak meski dalam tekanan.

Situasi ini menjadi pukulan serius bagi Dubai dan Abu Dhabi yang selama ini dikenal sebagai pusat pariwisata global dengan tingkat kunjungan tinggi, sekaligus menunjukkan betapa rentannya industri perjalanan terhadap dinamika geopolitik.

Para pelaku industri pun berharap ketegangan segera mereda agar kepercayaan wisatawan pulih dan sektor pariwisata dapat kembali bangkit dalam waktu dekat.

Sumber: Berita Nasional

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *