RBN || Jakarta
Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk mendukung kelancaran penyaluran hasil panen tebu petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi dan fasilitasi bersama berbagai pihak guna menjaga stabilitas sektor pergulaan serta mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Perum Bulog, Tomi Wijaya, mengatakan pihaknya menghormati berbagai aspirasi yang disampaikan petani tebu dan elemen masyarakat terkait dinamika operasional industri gula di wilayah tersebut.
“Perum Bulog menghormati penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh para petani tebu dan elemen masyarakat di Kabupaten Blora terkait dinamika operasional industri gula di wilayah tersebut,” kata Tomi dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Senin (1/6/2026).
Menurut Tomi, industri gula memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Tidak hanya berdampak pada petani tebu, sektor ini juga menjadi sumber penghidupan bagi tenaga kerja, pelaku transportasi, hingga berbagai usaha pendukung lainnya.
Karena itu, Bulog terus berupaya memastikan proses penyaluran hasil panen petani berjalan lancar dengan memperkuat komunikasi dan koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan sesuai kewenangan masing-masing.
“Dalam rangka menjaga kelancaran proses penyaluran hasil tebu petani, Bulog saat ini terus melakukan koordinasi dan fasilitasi bersama berbagai pihak terkait sesuai peran, kewenangan, dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Ia menambahkan, prioritas utama saat ini adalah menjaga situasi tetap kondusif agar aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi di sektor pergulaan tidak terganggu.
“Fokus utama saat ini adalah menjaga situasi tetap kondusif, mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, serta mendorong komunikasi yang konstruktif antara seluruh pemangku kepentingan,” katanya.
Bulog, lanjut Tomi, mengedepankan pendekatan dialogis dalam menyikapi berbagai persoalan yang muncul. Perusahaan juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan maupun aspirasi terkait penyerapan hasil panen tebu.
“Kami menghormati aspirasi yang disampaikan masyarakat dan terus berupaya melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mendukung kelancaran penyaluran hasil tebu petani serta menjaga situasi tetap kondusif,” tutur Tomi.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban sehingga proses komunikasi dan penyelesaian berbagai persoalan dapat berjalan dengan baik.
“Perum Bulog akan terus berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait dalam mendukung keberlangsungan ekosistem pergulaan nasional secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya informasi mengenai rencana aksi unjuk rasa petani tebu di Kabupaten Blora yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (1/6/2026). Aksi itu berkaitan dengan persoalan penyerapan hasil panen tebu oleh industri gula di daerah tersebut.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani telah memastikan bahwa hasil panen tebu petani Blora pada musim giling 2026 akan diserap melalui PT Gendhis Multi Manis (GMM). Penyerapan dilakukan dengan mengacu pada harga yang telah ditetapkan pemerintah untuk tahun 2026.
Kepastian tersebut disampaikan Ahmad Rizal saat melakukan kunjungan kerja ke PT Gendhis Multi Manis di Blora setelah berdialog langsung dengan petani dan tokoh masyarakat setempat. Langkah itu dilakukan sebagai respons atas aspirasi petani yang menginginkan kepastian pemasaran hasil panen mereka.
Dengan adanya jaminan penyerapan hasil tebu serta upaya koordinasi yang terus dilakukan, Bulog berharap aktivitas pergulaan di Blora dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh pelaku usaha dalam rantai industri gula nasional.
Sumber: Antara News











