Anggaran Makan Bergizi Gratis Berpotensi Turun, Menkeu Akan Bahas Strategi Pelaksanaan dengan BGN

  • Share
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Liputan6)

RBN || Jakarta

Pemerintah membuka peluang adanya penyesuaian anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan akan segera bertemu dengan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, untuk membahas strategi pelaksanaan program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG. Salah satu hal yang akan dibahas ialah efektivitas program dan kebutuhan anggaran pada tahun mendatang.

“Saya mau ketemu Ketua MBG minggu-minggu ini, mau lihat seperti apa akhirnya strateginya dia untuk tahun ini. Tapi yang jelas akan ada penurunan,” jelas Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Meski mengisyaratkan adanya penurunan anggaran, Purbaya belum memerinci besaran pengurangan yang akan dilakukan. Ia menegaskan pembahasan lebih lanjut masih menunggu hasil pertemuan dengan pihak BGN terkait strategi pelaksanaan program tersebut.

Purbaya juga menyampaikan bahwa pembahasan mengenai Program Makan Bergizi Gratis tidak menjadi agenda khusus dalam Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Kepresidenan pada hari yang sama. Sidang lebih banyak membahas perkembangan ekonomi nasional, berbagai risiko yang berpotensi dihadapi Indonesia ke depan, serta strategi yang disiapkan Presiden.

“Enggak, enggak. Tadi enggak bahas MBG, bahas kemajuan ekonomi sekarang, dan risiko apa yang kita hadapi ke depan serta strategi Presiden apa,” kata Purbaya.

Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan untuk melakukan penyesuaian anggaran Program Makan Bergizi Gratis pada 2026. Anggaran yang semula dialokasikan sebesar Rp335 triliun dikurangi menjadi Rp268 triliun sebagai bagian dari strategi penghematan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Purbaya menjelaskan, penyesuaian anggaran tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan pengelolaan keuangan negara dilakukan secara efektif dan efisien tanpa mengurangi tujuan utama program.

“Rp 268 triliun untuk sementara angkanya itu dulu, tapi ada potensi perbaikan lebih lanjut masih dihitung,” ujar Purbaya, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, kebijakan penghematan anggaran justru diharapkan dapat mendorong Badan Gizi Nasional sebagai pelaksana program bekerja lebih optimal. Pemerintah ingin memastikan setiap anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat penerima program.

Evaluasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk menyempurnakan pelaksanaannya pada tahun depan. Dengan strategi yang lebih tepat dan penggunaan anggaran yang lebih efisien, program tersebut diharapkan tetap mampu mencapai sasaran sekaligus menjaga kesehatan fiskal negara.

Pemerintah pun memastikan pembahasan mengenai skema pelaksanaan MBG pada 2026 masih terus dilakukan. Hasil evaluasi dan koordinasi antara Kementerian Keuangan dan Badan Gizi Nasional nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan anggaran akhir program tersebut.

Sumber: Liputan6

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *