RBN || Jakarta
Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sejak Senin pagi (12/1/2026) bukan terjadi tanpa sebab. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, fenomena ini dipicu oleh kombinasi dinamika atmosfer global, regional, dan lokal yang tengah aktif secara bersamaan.
Dalam Prospek Cuaca Mingguan periode 9–15 Januari 2026, BMKG menyebutkan bahwa meningkatnya curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia dipengaruhi oleh fenomena La Nina, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), serta perambatan gelombang ekuator. Kombinasi ketiga faktor tersebut menciptakan kondisi atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan secara intensif.
Pada skala global, BMKG memantau El Nino–Southern Oscillation (ENSO) berada pada fase negatif atau La Nina lemah. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kandungan uap air di atmosfer, sehingga mendukung pembentukan awan hujan, khususnya di wilayah Indonesia. Suhu muka laut yang relatif hangat di sejumlah perairan nasional juga turut memperkuat pasokan uap air.
Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) turut berperan signifikan. MJO merupakan fenomena atmosfer tropis yang ditandai dengan pergerakan awan konvektif dari Samudera Hindia menuju Samudera Pasifik dalam siklus 30–40 hari. BMKG memprakirakan MJO saat ini aktif melintasi berbagai wilayah, termasuk sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat.
Faktor lain yang tak kalah penting adalah aktivitas gelombang ekuator. BMKG mengamati kombinasi Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator yang aktif di beberapa wilayah Indonesia, termasuk kawasan timur. Aktivitas ini memperkuat proses konveksi dan turut memicu peningkatan curah hujan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lebat disertai angin kencang dan genangan air. Kesiapsiagaan dan kepedulian bersama dinilai penting untuk meminimalkan dampak serta menjaga keselamatan di tengah dinamika cuaca yang terus berkembang.
Sumber: CNN Indonesia











