Bayang-Bayang Tekanan Global, Ekonomi RI Hadapi Perlambatan dan Ketidakpastian

  • Share
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Foto: Investor.id)

RBN || Jakarta

Dinamika ekonomi global yang kian tidak menentu mulai memberi tekanan terhadap kinerja ekonomi nasional, tercermin dari sejumlah indikator yang menunjukkan perlambatan, mulai dari kebijakan suku bunga hingga penyaluran kredit yang melemah menjelang periode Lebaran 2026 Bank Indonesia menegaskan belum membuka ruang untuk penurunan suku bunga acuan (BI-Rate) dalam waktu dekat sebagai langkah menjaga stabilitas makroekonomi di tengah tekanan eksternal.

Sementara di sisi lain proyeksi pertumbuhan ekonomi global justru direvisi turun menjadi sekitar 3,1 persen akibat meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya konflik di Timur Tengah, yang turut memengaruhi sentimen pasar dan arus modal global di dalam negeri.

Penyaluran kredit menunjukkan tren perlambatan seiring meningkatnya kehati-hatian perbankan dan menurunnya permintaan pembiayaan, sedangkan nilai tukar rupiah bergerak terbatas di kisaran Rp16.900-an per dolar AS di tengah tekanan beruntun menjelang libur panjang.

Kombinasi faktor eksternal dan domestik ini menegaskan bahwa ekonomi Indonesia masih berada dalam fase waspada, di mana stabilitas menjadi prioritas utama pemerintah dan otoritas moneter, sekaligus mengindikasikan perlunya strategi adaptif untuk menjaga momentum pertumbuhan di tengah ketidakpastian global yang terus berkembang.

Sumber: Investor.id

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *