Banjir Bandang di Bangkunat Pesisir Barat Putus Akses Warga Way Haru, Harapan pada Pemerintah Kian Menguat

  • Share
Foto: Istimewa

RBN || Pesisir Barat

Banjir bandang yang terjadi pada Selasa 31 Maret melanda wilayah Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, akibat hujan deras yang terus mengguyur kawasan pegunungan selama beberapa hari terakhir hingga menyebabkan debit air meningkat drastis dan meluap sampai ke muara.

Peristiwa ini membawa dampak besar bagi masyarakat terutama di Way Haru yang kini harus menghadapi kenyataan pahit, terputusnya akses utama keluar masuk desa arus banjir yang deras disertai material lumpur dan pasir mengikis badan jalan hingga rusak parah, bahkan di beberapa titik jalur penghubung nyaris hilang dan tidak dapat dilalui lagi.

Kondisi tersebut membuat aktivitas warga lumpuh total karena tidak ada lagi akses alternatif yang bisa digunakan untuk keluar desa, warga hanya bisa bertahan dengan keterbatasan sambil menunggu kondisi air surut, namun hingga kini situasi masih belum sepenuhnya membaik.

Dampak paling terasa adalah terhentinya distribusi hasil panen masyarakat yang selama ini menjadi sumber utama penghidupan  seperti kelapa, padi, dan kopi yang jumlahnya melimpah, kini tidak bisa dijual keluar desa akibat akses terputus. Jika pun ada cara lain warga harus menggunakan jasa ojek dengan medan yang sulit dan berbahaya, serta biaya yang sangat tinggi, sehingga sebagian besar hasil panen justru habis untuk ongkos transportasi dan tidak memberikan keuntungan yang seharusnya didapatkan.

Kondisi ini semakin memperburuk keadaan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian, di tengah situasi sulit tersebut harapan besar disampaikan oleh warga, salah satunya Sudi yang mewakili suara masyarakat Way Haru, ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi desa mereka dengan segera membangun infrastruktur yang layak seperti jalan dan jembatan permanen agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.

Menurutnya potensi hasil bumi di desa tersebut sangat besar dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika didukung dengan akses transportasi yang memadai, namun selama ini keterbatasan infrastruktur menjadi hambatan utama yang membuat warga tidak bisa menikmati hasil panen secara maksimal.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan sementara, tetapi solusi jangka panjang yang nyata dan berkelanjutan, hingga saat ini warga Way Haru masih berada dalam kondisi terisolasi tanpa akses yang jelas untuk keluar desa dengan harapan besar agar pemerintah segera turun tangan, tidak hanya untuk penanganan darurat tetapi juga pembangunan infrastruktur yang dapat membuka kembali jalur kehidupan mereka sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan normal dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat di masa mendatang.

Reportase: Maya

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *