RBN || Jakarta
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia kini telah bertransformasi menjadi salah satu rujukan utama dunia dalam sektor pangan, sebuah capaian strategis yang tidak hanya mencerminkan keberhasilan pembangunan pertanian nasional, tetapi juga menunjukkan peningkatan posisi tawar Indonesia di kancah global.
Di mana keberhasilan tersebut ditandai dengan diraihnya penghargaan internasional atas capaian swasembada pangan yang dinilai mampu menjadi model bagi negara lain dalam mengelola ketahanan pangan secara berkelanjutan dalam berbagai forum internasional, Indonesia bahkan disebut menjadi tujuan studi bagi sejumlah negara maju seperti Jepang, Kanada, hingga Belarus yang datang untuk mempelajari sistem pertanian, kebijakan pangan, serta strategi pengelolaan produksi yang diterapkan pemerintah, sebuah fenomena yang mencerminkan perubahan paradigma global terhadap Indonesia yang sebelumnya lebih dikenal sebagai negara pengimpor menjadi negara dengan kapasitas produksi dan manajemen pangan yang diperhitungkan.
Lebih lanjut, Amran menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras kolektif seluruh elemen bangsa serta implementasi program strategis yang terarah, termasuk penguatan produksi domestik, efisiensi energi, serta hilirisasi komoditas unggulan yang memiliki potensi nilai ekonomi sangat besar, seperti kelapa dan gambir yang masing-masing diproyeksikan mampu mencapai nilai hingga ribuan triliun rupiah apabila diolah secara optimal di dalam negeri, sehingga tidak hanya meningkatkan pendapatan nasional tetapi juga memperluas lapangan kerja dan memperkuat struktur industri berbasis agribisnis.
Ia juga mengingatkan bahwa ancaman krisis pangan global tetap menjadi tantangan nyata yang harus diantisipasi secara serius, mengingat ketergantungan terhadap impor tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga dapat membuka ruang tekanan politik dari negara pengekspor, bahkan dalam skala tertentu berpotensi mengganggu stabilitas nasional, sehingga kemandirian pangan menjadi agenda strategis yang tidak dapat ditunda.
Capaian Indonesia dalam mengekspor komoditas, termasuk pengiriman beras ke pasar internasional seperti Palestina dalam jumlah besar, semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok pangan global, sekaligus menjadi simbol bahwa negara ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berkontribusi terhadap ketahanan pangan dunia, sehingga secara keseluruhan, pengakuan internasional yang diraih tidak sekadar menjadi prestasi simbolik, melainkan bukti konkret bahwa Indonesia tengah bergerak menuju kekuatan baru dalam sektor pangan global dengan fondasi yang semakin kokoh dan berkelanjutan.
Sumber: Tribrata News











