RBN || Liverpool
Kabar kepergian Mohamed Salah dari Liverpool akhirnya terkonfirmasi. Bintang asal Mesir itu menyatakan akan meninggalkan Anfield pada musim panas 2026 dengan status bebas transfer, sebagaimana diumumkan melalui unggahan emosional di media sosialnya pada Rabu (25/3/2026).
Keputusan tersebut langsung menjadi sorotan publik sepak bola dunia. Pasalnya, Salah selama ini dikenal sebagai salah satu pilar utama Liverpool sejak bergabung pada 2017. Kepergiannya diprediksi akan meninggalkan lubang besar di lini serang The Reds.
Selama hampir satu dekade berseragam Liverpool, pemain berusia 33 tahun itu mencatatkan performa luar biasa dengan torehan 255 gol dari 435 penampilan di berbagai kompetisi. Catatan tersebut menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah klub.
Mantan pelatih Liverpool, Juergen Klopp, turut memberikan tanggapan atas keputusan tersebut. Klopp bahkan mengaku pesimistis Liverpool dapat menemukan sosok pengganti yang sepadan.
“Pemain ini tak tergantikan,” kata Klopp.
Ia menilai bahwa kualitas dan konsistensi yang dimiliki Salah sangat sulit ditemukan pada pemain lain, khususnya di posisi sayap.
“Saya tidak yakin ada pemain lain seperti dia di luar sana. Ada pemain lain yang bermain di sayap itu dengan kekuatan dan kualitas yang berbeda, tetapi angka-angka yang dihasilkan Mo Salah tak tertandingi dari posisi itu,” ujarnya.
Klopp juga menyoroti produktivitas gol Salah yang dinilai luar biasa, bahkan jika dibandingkan dengan penyerang tengah sekalipun.
“Angka-angka untuk seorang pemain sayap sangat luar biasa. Untuk seorang striker, angka-angka itu hampir tak tertandingi. Jadi, jika itu mustahil, mengapa Anda harus mencoba,” tambahnya.
Kepergian Salah tentu menjadi tantangan besar bagi manajemen Liverpool yang kini harus segera mencari sosok pengganti di bursa transfer mendatang. Namun, menemukan pemain dengan kontribusi dan pengaruh sebesar Salah dipastikan bukan perkara mudah.
Di sisi lain, Salah diyakini ingin menutup kariernya di Liverpool dengan prestasi manis. Namun, peluang tersebut semakin menipis di kompetisi domestik. Liverpool telah tersingkir dari Piala Liga Inggris, dan di Liga Inggris mereka tertinggal 21 poin dari Arsenal di puncak klasemen dengan tujuh laga tersisa.
Meski demikian, harapan meraih trofi masih terbuka di kompetisi lain. Liverpool saat ini masih bertahan di babak perempat final Liga Champions dan Piala FA.
Dengan sisa musim yang ada, publik Anfield kini menantikan apakah Mohamed Salah mampu mempersembahkan gelar perpisahan sebelum benar-benar mengucapkan selamat tinggal.
Sumber: BolaSport











