RBN || Jakarta
Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum membuka peluang bagi Timnas Iran untuk memainkan laga fase grup Piala Dunia FIFA 2026 di negaranya. Tawaran ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait aspek keamanan jika Iran harus bertanding di Amerika Serikat.
Dalam konferensi pers di Mexico City, Sheinbaum menegaskan kesiapan Meksiko untuk menjadi tuan rumah alternatif apabila diperlukan, dengan tetap mengacu pada keputusan FIFA sebagai otoritas tertinggi sepak bola dunia.
“Jika memang diperlukan, tentu kami siap,” ujar Sheinbaum, seraya menambahkan bahwa pembahasan mengenai kemungkinan tersebut masih berlangsung.
Sebelumnya, Federasi Sepak Bola Iran mengungkapkan tengah melakukan diskusi dengan FIFA untuk memindahkan lokasi pertandingan mereka dari Amerika Serikat ke Meksiko. Langkah ini dipicu oleh situasi konflik di Timur Tengah yang membuat isu keamanan menjadi perhatian utama.
Ketua Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj, bahkan menegaskan bahwa timnya enggan bertolak ke Amerika Serikat jika jaminan keselamatan tidak jelas. Pernyataan tersebut menguat setelah Presiden AS Donald Trump menyebut kehadiran Iran di negaranya “tidak tepat” dari sisi keamanan, meski secara resmi tetap diperbolehkan.
Meski demikian, FIFA hingga saat ini belum mengubah sikapnya. Badan sepak bola dunia itu memastikan seluruh pertandingan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah diumumkan pada Desember 2025.
Berdasarkan rencana awal, Iran dijadwalkan melakoni laga fase grup di Amerika Serikat, menghadapi Selandia Baru dan Belgia di Los Angeles, serta Mesir di Seattle. Sementara itu, markas tim selama turnamen direncanakan berada di Tucson, Arizona.
Dengan belum adanya keputusan final dari FIFA, peluang Meksiko menjadi tuan rumah alternatif bagi Iran masih terbuka. Namun, realisasinya akan sangat bergantung pada dinamika politik dan pertimbangan keamanan menjelang turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Sumber: Okezone











