Tewasnya El Mencho Picu Gelombang Kekerasan, Meksiko Siaga Tinggi

  • Share
Kondisi mencengkam di Meksiko usai bos kartel tewas. (Foto: REUTERS/Michelle Freyria)

RBN || Mexico City

Meksiko diguncang gelombang kekerasan menyusul tewasnya gembong narkoba paling diburu, Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal sebagai “El Mencho”. Pemimpin Cartel Jalisco Nueva Generacion (CJNG) itu meninggal dunia setelah terluka dalam baku tembak dengan pasukan militer di Tapalpa, Negara Bagian Jalisco, dan mengembuskan napas terakhir saat diterbangkan ke Mexico City, Minggu (23/2).

Operasi penangkapan tersebut memicu bentrokan luas. Menteri Keamanan Omar Garcia Harfuch menyatakan sedikitnya 25 anggota Garda Nasional gugur dalam serangan balasan kartel. Selain itu, seorang penjaga penjara dan seorang pejabat kejaksaan negara bagian turut menjadi korban. Aparat juga melaporkan 30 terduga anggota kelompok kriminal tewas dalam rangkaian bentrokan.

Sebelum tewas, Oseguera merupakan buronan dengan hadiah AS sebesar 15 juta dolar. Menteri Pertahanan Ricardo Trevilla menjelaskan delapan tersangka anggota kartel tewas dalam operasi pasukan khusus, sementara tiga prajurit mengalami luka-luka.

Kematian El Mencho memicu aksi balasan terkoordinasi. Kelompok bersenjata memblokir jalan di sedikitnya 20 negara bagian, membakar kendaraan dan sejumlah fasilitas umum. Pemerintah pusat segera mengirimkan 2.500 personel tambahan ke Jalisco guna memulihkan keamanan.

Di ibu kota negara bagian, Guadalajara, suasana mencekam terasa sepanjang Senin. Sekolah, toko, apotek, dan transportasi umum dihentikan sementara. Kota wisata Puerto Vallarta turut terdampak, sementara kekerasan meluas hingga ke negara bagian Michoacán.

Meski situasi berangsur terkendali, pemerintah tetap memberlakukan siaga tinggi, terlebih Jalisco dijadwalkan menjadi tuan rumah sejumlah pertandingan Piala Dunia musim panas mendatang.

Di tengah ketegangan, kisah warga sipil mencerminkan ketakutan sekaligus ketabahan. Maria Medina, pekerja pom bensin yang menjadi sasaran pembakaran, mengaku sempat menyelamatkan diri ke warung terdekat saat pria bersenjata memerintahkan semua orang keluar.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan tantangan panjang yang dihadapi Meksiko dalam memerangi kartel narkoba serta tekad negara itu untuk menegakkan hukum di tengah ancaman kekerasan terorganisir.

Sumber: detiknews

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *