Pemerintah Buka Peluang Impor Etanol, Perkuat Transisi Energi Bersih Nasional

  • Share
Menteri ESDM Bahlil membuka peluang impor etanol AS dengan tujuan pengembangan energi bersih. (FOTO:Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

RBN || Jakarta

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat transisi menuju energi bersih melalui kebijakan pencampuran bensin dengan bioetanol secara bertahap. Dalam konferensi pers virtual yang dipantau dari Jakarta, Jumat (20/2/2026), Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah membuka peluang impor etanol, termasuk dari Amerika Serikat, guna memastikan kesiapan pasokan nasional.

“Kita akan mencampur bensin dengan etanol secara wajib. Tujuan besarnya adalah menciptakan peluang usaha baru di Indonesia sekaligus memperkuat ketahanan energi,” ujar Bahlil.

Ia menjelaskan bahwa opsi impor dilakukan secara terukur dan bersifat sementara, yakni selama kapasitas produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan nasional. Pemerintah, lanjutnya, tetap memprioritaskan penguatan industri bioetanol domestik agar tumbuh berkelanjutan dan mampu menjadi tulang punggung energi alternatif Indonesia.

Menurut Bahlil, kebijakan ini berjalan paralel dengan peningkatan produksi dalam negeri. “Impor bisa saja dilakukan, termasuk dari Amerika, sampai kebutuhan dalam negeri benar-benar terpenuhi. Ini langkah transisi yang rasional,” katanya.

Pemerintah telah menyiapkan roadmap mandatori pencampuran bioetanol secara bertahap. Program tersebut direncanakan dimulai dengan campuran E5 pada 2028, meningkat menjadi E10 pada 2030, dan diarahkan menuju E20, dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, distribusi, serta kapasitas produksi nasional.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi Indonesia. Selain itu, kebijakan tersebut diharapkan mampu mendorong investasi baru, membuka lapangan kerja, serta menciptakan nilai tambah bagi sektor pertanian dan industri dalam negeri.

Dalam konteks kerja sama internasional, pemerintah juga membuka ruang perdagangan yang proporsional melalui skema Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART) di sektor energi dan sumber daya mineral. Namun, Bahlil menegaskan bahwa setiap kesepakatan harus selaras dengan kepentingan nasional.

“Kita ingin perjanjian ini bersifat win-win. Tidak boleh hanya menguntungkan satu pihak. Semua harus merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Kebijakan ini disebut sejalan dengan arahan Presiden untuk memperkuat fondasi energi nasional sekaligus menjaga stabilitas ekonomi jangka panjang. Dengan pendekatan bertahap dan terukur, pemerintah optimistis Indonesia dapat membangun industri bioetanol yang kompetitif, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Melalui langkah ini, Indonesia tidak hanya berupaya memenuhi kebutuhan energi domestik, tetapi juga menegaskan komitmennya terhadap transformasi energi yang lebih bersih, mandiri, dan berkelanjutan.

Sumber: CNN Indonesia

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *