BPBD Jateng Siapkan Perbaikan Kawasan Wisata Guci Usai Banjir Bandang, Sejumlah Titik Ditutup Sementara

  • Share
Kondisi objek wisata Guci di Kabupaten Tegal usai terkena banjir bandang. (Foto: Dok. BPBD Jateng)

RBN || Tegal

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah perbaikan di kawasan objek wisata alam Guci, Kabupaten Tegal, setelah wilayah tersebut kembali diterjang banjir bandang. Demi keselamatan, aktivitas wisata di beberapa titik terdampak untuk sementara dihentikan.

Kepala BPBD Jawa Tengah Bergas C Penanggungan mengatakan, terdapat tiga lokasi utama yang mengalami kerusakan akibat banjir bandang, yakni Pancuran 13, Pancuran 5, dan Kolam Barokah.

“Sementara di titik-titik tersebut belum dilakukan pembenahan karena masih menunggu kondisi cuaca yang lebih baik,” ujar Bergas, Minggu (25/1/2026).

Ia menjelaskan, BPBD telah menyiapkan sejumlah rencana penanganan, di antaranya pemasangan bronjong atau bangunan penahan aliran air di kawasan Permadi. Selain itu, jembatan Bailey akan dipasang di Jembatan Jedor, sementara penanganan Jembatan Guci masih menunggu cuaca membaik.

Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terus melakukan penyisiran dan pemantauan di area terdampak. Alur sungai yang berubah akibat material banjir bandang juga menjadi perhatian, sehingga pembersihan lumpur, kayu, dan sampah terus dilakukan.

“Aktivitas wisata di beberapa titik terdampak kami hentikan sementara demi keselamatan pengunjung,” kata Bergas.

BPBD juga mengimbau masyarakat dan wisatawan agar meningkatkan kewaspadaan serta menjauhi aliran sungai, mengingat potensi banjir susulan masih ada.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tegal telah menetapkan status tanggap darurat di kawasan wisata Guci selama 14 hari ke depan. Penetapan ini dilakukan sebagai langkah percepatan penanganan kerusakan fasilitas akibat banjir bandang.

Kepala BPBD Kabupaten Tegal M Afifudin mengatakan, meski tidak ada korban jiwa maupun rumah warga yang terdampak, sejumlah fasilitas wisata mengalami kerusakan, termasuk tiga jembatan yang hilang.

“Kami memastikan tidak ada korban jiwa dan tidak ada rumah warga yang terdampak. Namun beberapa fasilitas objek wisata rusak dan tiga jembatan hilang. Karena itu, ditetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk penanganan darurat,” ujar Afifudin.

Sumber: detikcom

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *