Pencarian Korban Longsor Pasirlangu Dihentikan Sementara, Tim SAR Utamakan Keselamatan dan Asesmen Menyeluruh

  • Share
Bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menelan sedikitnya 30 unit rumah dan area perkebunan sayur, Sabtu (24/1/2026).(KOMPAS.com/BAGUS PUJI PANUNTUN)

RBN || Bandung

Tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) sore. Keputusan ini diambil menyusul cuaca buruk yang kembali melanda lokasi bencana serta kondisi medan ekstrem yang membahayakan keselamatan personel.

Operasi pencarian dihentikan sekitar pukul 16.00 WIB setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur kawasan longsor. Curah hujan tersebut memperparah kondisi tanah yang labil dan berlumpur, dengan ketebalan material longsoran di sejumlah titik mencapai hingga lima meter.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan bahwa hasil asesmen awal menunjukkan longsor di Pasirlangu tergolong berskala besar. Area terdampak diperkirakan membentang hingga tiga kilometer, sehingga membutuhkan perencanaan pencarian yang matang dan terukur.

“Material longsoran sangat tebal, sekitar lima meter, dan area terdampaknya cukup panjang. Kondisi ini jelas memengaruhi kecepatan serta efektivitas pencarian,” ujar Ade di lokasi bencana.
Ia menjelaskan, material longsoran didominasi lumpur basah bercampur air yang mengalir dari lereng bagian atas, bukan tanah kering. Situasi tersebut menyulitkan akses menuju titik-titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban.

“Sebagian besar korban diperkirakan tertimbun lumpur basah. Ini material yang terbawa aliran air, sehingga sangat berbahaya untuk dilalui,” katanya.

Berdasarkan data sementara, tercatat 113 warga terdampak akibat bencana tersebut. Sebanyak 10 orang ditemukan meninggal dunia, 23 warga berhasil selamat, sementara 80 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.

Cuaca yang tidak menentu dan struktur tanah yang labil menjadi kendala utama operasi. Risiko longsor susulan juga membatasi ruang gerak personel di lapangan. Untuk sementara, penggunaan alat berat belum memungkinkan karena kondisi jalur yang tidak stabil.

“Hari pertama kami fokus pada asesmen lapangan dan penentuan titik prioritas pencarian. Operasi akan dilanjutkan segera setelah kondisi dinilai aman,” tegas Ade.

Tim SAR gabungan memastikan upaya pencarian akan terus dilakukan secara maksimal dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh personel dan warga terdampak.

Sumber: KOMPAS.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *