RBN || Singaraja
Di balik setiap guru profesional, tersimpan perjalanan panjang penuh dedikasi, ketekunan, dan komitmen pengabdian. Proses itulah yang mencapai puncaknya dalam Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Pendidikan Agama Hindu Batch 3 Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja. Momentum ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan peneguhan jati diri guru sebagai penjaga nilai, pembentuk karakter, dan pilar keberlanjutan pendidikan bangsa.
Diselenggarakan pada Sabtu, 27 Desember 2025, di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja, kegiatan tersebut berlangsung secara hybrid melalui moda luring dan daring. Sebanyak 648 peserta mengikuti prosesi yudisium dan pengukuhan, dengan 306 peserta hadir langsung di lokasi dan 342 peserta lainnya mengikuti secara daring. Suasana khidmat dan penuh makna menyertai jalannya acara, menandai lahirnya ratusan guru profesional yang siap mengemban tanggung jawab pendidikan dengan integritas dan keikhlasan.
Rektor Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja, Prof. Dr. I Gede Suwindia, S.Ag., M.A, dalam sambutannya menegaskan bahwa profesi guru memiliki peran strategis dalam mentransformasi nilai dan pengetahuan kepada generasi penerus bangsa.
“Menjadi guru itu adalah jembatan epistemologis dalam rangka mentransformasi nilai. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi penuntun dalam pembentukan karakter dan kesadaran peserta didik,” ujarnya dalam sambutan yudisium dan pengukuhan Guru Profesional PPG Pendidikan Agama Hindu Batch 3 Tahun 2025 di Singaraja, Sabtu (27/12/2025).
Ia menambahkan bahwa pengukuhan sebagai guru profesional harus dimaknai sebagai momentum refleksi diri dan penguatan integritas moral.
“Menjadi guru adalah profesi yang sangat mulia. Kita tidak boleh mengeluh. Hari ini kita dikukuhkan sebagai guru profesional, maka jika masih ada kebencian dan ketidaksenangan dalam diri, hari ini harus dilepaskan,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si, menyampaikan rasa bangga atas capaian besar program Pendidikan Profesi Guru tahun 2025.
“Saya merasa bangga karena peristiwa besar ini tidak jatuh dari langit, melainkan melalui proses yang panjang dan penuh perjuangan,” katanya.
Menurutnya, capaian tahun 2025 menjadi tonggak penting dalam sejarah peningkatan mutu guru agama Hindu di Indonesia.
“Baru dalam sejarah, pada tahun 2025 ini kita berhasil menyelesaikan 3.700 guru agama Hindu dan guru widyalaya, baik guru umum maupun guru agama, dari target sebanyak 5.000 guru,” ujar Dirjen Bimas Hindu.
Ia berharap para guru yang telah dikukuhkan mampu menjaga profesionalisme dan menjadi teladan dalam penguatan nilai-nilai keagamaan, kebangsaan, serta pelayanan pendidikan yang bermutu di tengah masyarakat.











