Impor Minyak Kuba Anjlok 35%, Krisis Listrik Makin Parah Akibat Pasokan dari Meksiko dan Venezuela Menyusut

  • Share
Impor Minyak Kuba Anjlok 35%, Krisis Listrik Makin Parah Akibat Pasokan dari Meksiko dan Venezuela Menyusut
Impor Minyak Kuba Anjlok 35%, Krisis Listrik Makin Parah Akibat Pasokan dari Meksiko dan Venezuela Menyusut

RBN || Kuba

Impor minyak mentah dan bahan bakar Kuba turun lebih dari sepertiga dalam 10 bulan pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama pada 2024. Penurunan ini terjadi setelah dua sekutu utama Kuba, Meksiko dan Venezuela, memangkas pasokan secara drastis. Data pelayaran dan dokumen internal yang diperoleh Reuters menunjukkan bahwa defisit pasokan ini membuat Kuba gagal mengurangi pemadaman listrik harian yang kini makin meluas.

Negara komunis itu sangat bergantung pada impor produk minyak olahan untuk memenuhi kebutuhan listrik, termasuk minyak bakar dan diesel untuk pembangkit serta avtur dan bensin untuk sektor transportasi. Sanksi Amerika Serikat dan krisis ekonomi berkepanjangan membuat pemerintah Kuba tidak mampu membeli bahan bakar dalam jumlah cukup, sehingga ketergantungan terhadap sekutu semakin besar.

Antara Januari hingga Oktober, impor minyak dari Meksikoyang pada 2023 menjadi pemasok stabil setelah memperlancar pengiriman minyak mentah ringan kian merosot menjadi sekitar 5.000 barel per hari, turun 73% dari 18.800 barel per hari pada periode yang sama tahun lalu.

Pasokan minyak dan bahan bakar dari Venezuela, sekutu politik terpenting Kuba, juga turun hampir 15% pada periode yang sama menjadi 27.400 barel per hari, terutama mengurangi suplai minyak bakar untuk pembangkit listrik, menurut dokumen internal perusahaan minyak negara PDVSA.

Secara total, impor minyak mentah, LPG, serta berbagai jenis bahan bakar dari semua sumber turun 35%, dari 69.400 barel per hari pada 2024 menjadi hanya 45.400 barel per hari tahun ini.

Kedua negara pemasok utama itu sama-sama menghadapi keterbatasan produksi dan minim kapasitas cadangan. Berkurangnya minyak mentah ringan dari Meksiko serta minyak bakar dari Venezuela, ditambah kesulitan Kuba membayar pembelian di pasar spot, membuat impor semakin tersendat.

Rusia, pemasok yang kerap membantu Kuba saat krisis dan tahun ini hanya mengirim beberapa kargo minyak Urals, jumlah yang sama dengan tahun lalu.
Pihak PDVSA, perusahaan minyak Meksiko Pemex, dan kementerian informasi Kuba maupun Venezuela tidak memberikan komentar.

Serikat listrik nasional Kuba melaporkan bahwa pada Rabu lalu hampir 900 megawatt kapasitas pembangkithampir sepertiga kebutuhan hariantidak beroperasi akibat kekurangan bahan bakar dan pelumas.

Di Havana, pemadaman dapat berlangsung lebih dari sembilan jam per hari. Di provinsi-provinsi luar ibu kota, listrik hanya menyala dua hingga empat jam sehari.

“Situasi pemadaman ini benar-benar mengerikan,” ujar Daniela Castillo, mahasiswa 18 tahun. “Kami pulang dalam keadaan lelah, tidak ada listrik, dan sering kali harus menunggu entah sampai kapan hanya untuk bisa makan atau belajar.”

Produksi minyak Meksiko terutama jenis ringan Olmeca yang cocok untuk kilang Kuba, biasanya diprioritaskan untuk pembeli internasional yang membayar tinggi, apalagi ketika Pemex tengah mengurangi ekspor minyak mentah.

Data resmi menunjukkan bahwa produksi minyak Pemex turun hampir 9%—dari 1,79 juta barel per hari menjadi 1,63 juta barel per hari—antara Januari hingga September tahun ini. Ekspor minyak mentah bahkan anjlok 23% menjadi 604.000 barel per hari.

Venezuela juga mengalami tekanan serupa. Perubahan berulang kebijakan sanksi AS terhadap negara anggota OPEC itu memaksa PDVSA mengalihkan lebih banyak minyak untuk kebutuhan kilang domestik, sehingga pasokan ke Kuba berkurang.

Dokumen PDVSA menunjukkan produksi minyak bakar—jenis yang paling dibutuhkan Kuba untuk pembangkit listrik turut menyusut.

Kelangkaan kapal tanker untuk mengirimkan minyak dari Venezuela dan Meksiko ke Kuba semakin memperburuk keterlambatan pasokan.

Sumber: Reuters

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *