Menteri Luar Negeri Palestina: Pengakuan Ini Semakin Mendekatkan Kemerdekaan dan Kedaulatan

  • Share
Menteri Luar Negeri Palestina: Pengakuan Ini Semakin Mendekatkan Kemerdekaan dan Kedaulatan
Menteri Luar Negeri Palestina: Pengakuan Ini Semakin Mendekatkan Kemerdekaan dan Kedaulatan

RBN || Palestina

Menteri Luar Negeri Palestina Varsen Aghabekian Shahin mengatakan negara-negara yang mengakui negara Palestina minggu ini mengambil langkah yang tidak dapat diubah lagi yang menjaga solusi dua negara dan mendekatkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.

Inggris, Kanada dan Australia secara resmi mengakui negara Palestina pada hari Minggu (21/9), bergabung dengan negara lain dalam sebuah langkah yang bertujuan untuk menghidupkan kembali momentum bagi solusi dua negara tetapi telah dikritik oleh Israel dan Amerika Serikat.

“Sekaranglah waktunya. Besok adalah tanggal bersejarah yang perlu kita lanjutkan. Ini bukan akhir,” ujar Shahin.

“Ini adalah langkah yang membawa kita lebih dekat kepada kedaulatan dan kemerdekaan. Ini mungkin tidak akan mengakhiri perang besok, tetapi ini adalah langkah maju yang perlu kita bangun dan perkuat,” ujarnya, merujuk pada kampanye militer Israel yang berlangsung hampir dua tahun di Gaza.

Israel mengecam keras langkah tersebut, sementara sejumlah menteri menganggapnya tidak relevan dan mengatakan langkah itu tidak mengubah kenyataan di lapangan.

Pihak lain bersikeras bahwa negara Palestina hanya dapat dicapai melalui negosiasi langsung antara Israel dan Palestina. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bulan ini menyatakan tidak akan pernah ada negara Palestina.

Shahin mengatakan bahwa Israel tidak mempunyai niatan untuk berunding, mengutip pernyataan Netanyahu pada sebuah upacara bulan ini untuk membangun permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki Israel yang akan memisahkan komunitas Palestina di utara dari komunitas di selatan.

“Pengakuan ini tentu saja bukan sekadar simbolis. Ini adalah langkah praktis, nyata, dan tak terelakkan yang harus diambil negara-negara jika mereka berkomitmen untuk melestarikan solusi dua negara,” ujar Shahin.

Prancis dan Arab Saudi telah memimpin upaya untuk menghidupkan kembali momentum solusi dua negara, dengan beberapa negara yang mengakui Palestina di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York.

Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, telah menepis upaya tersebut sebagai tipuan dan kontraproduktif. Para pejabat Israel telah memperkeras sikap mereka terhadap pembangunan permukiman dan aneksasi Tepi Barat seiring dengan menguatnya momentum internasional untuk mengembalikan kedaulatan Palestina.

Israel menghadapi isolasi diplomatik yang semakin ketat tahun ini, karena banyak sekutu terdekatnya, kecuali AS, telah mengutuk serangannya di Gaza. Beberapa telah memberikan sanksi kepada menteri Israel karena menghasut kekerasan terhadap warga Palestina.

Shahin mengatakan tekanan politik terhadap Israel harus dialihkan ke langkah-langkah ekonomi “untuk meminta pertanggungjawaban Israel dan melindungi rakyat Palestina.”

“Hari ini, Gaza terbakar. Hari ini, Gaza hancur. Hari ini di Gaza, orang-orang dibunuh secara sistematis,” kata Shahin, menuduh Israel melakukan genosida di Gaza, sebuah tuduhan yang dibantah Israel.

Sumber: Reuters

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *