RBN || Jakarta
Ribuan umat Buddha akan kumpul di Taman Lumbini kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah pada 24 – 26 Juli 2026 dalam rangka Indonesia Tipitaka Chanting (ITC). Kegiatan ini menjadi ruang bagi umat Buddha untuk bersama-sama melantunkan dan mendalami Dhamma dari Sammasambuddha Gotama yang terkandung dalam Kitab Suci Tipitaka.
Indonesia Tipitaka Chanting akan mencapai puncaknya saat perayaan Asadha Mahapuja yang diselenggarakan pada 26 Juli 2026 di pelataran Candi Borobudur. Perayaan ini memiliki makna penting sebagai momentum mengenang pembabaran Dhamma pertama kali oleh Sammasambuddha Gotama kepada lima pertapa.
Ketua Panitia Kegiatan, Bhante Guttadhammo Mahāthera, menyampaikan bahwa Indonesia Tipitaka Chanting ke-11 Tahun 2026 mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”. Tema tersebut mencerminkan semangat partisipasi umat Buddha dalam memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara Indonesia melalui pengamalan nilai-nilai Dhamma.
“Tahun ini, Indonesia Tipitaka Chanting diikuti sekitar 2.000 peserta yang berasal dari dalam dan luar negeri. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong agar penganut Buddha dalam menggunakan ajaran dalam Tipitaka sebagai standar patokan dalam mengetahui benar atau tidaknya keyakinan dan praktik seseorang terhadap agama Buddha,” jelasnya, Jumat (17/7/2026).
Bhante Gutta (panggilan akrabnya) juga menjelaskan dampak dan hasil dari kegiatan Indonesia Tipitaka Chanting agar penganut Buddha setelah mengulang Tipitaka dengan pengucapan mampu merenung dalam hati dan ditembus dengan baik melalui cara pandang.
Bhante juga menjelaskan bahwa Indonesia Tipitaka Chanting dapat memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan penghayatan Dhamma umat Buddha. Melalui pembacaan dan pengulangan Tipitaka, umat mampu melafalkan dengan baik dan mampu merenung dalam hati dan ditembus melalui cara pandang yang benar.
“Kita untuk belajar dan praktik dhamma sehingga dalam perjalanan hidup selalu bertemu dengan orang bijaksana yang mampu membimbing kita hingga bebas dari dukkha,” harapnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Wododo, mengungkapkan pengalaman serta dampak positif yang dirasakannya selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, keikutsertaan dalam Indonesia Tipitaka Chanting menjadi sarana untuk mengendalikan diri menjalankan sila sekaligus melatih ketahanan atau kesabaran dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Saya pernah mengikuti Indonesia Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja tahun 2025 di pelataran Candi Borobudur menurut saya manfaatnya sangat banyak diantaranya dapat belajar dhamma dengan baik, mempraktikkan sila atau aturan kemoralan dan juga belajar tahan/sabar karena duduk, bermeditasi dan membaca kitab suci secara bersama-sama,” ucapnya.
Pelaksanaan Indonesia Tipitaka Chanting 2026 melalui pelantunan suci Kitab Suci Tipitaka sebagai momentum untuk memperkuat penghayatan dan pengamalan nilai-nilai luhur ajaran Buddha, serta meningkatkan kualitas kehidupan spiritual.
__________________________
sumber: Kemenag RI











