RBN || Teheran
Iran kembali melancarkan serangan terhadap instalasi militer Amerika Serikat di kawasan Teluk dengan menargetkan pangkalan militer di Kuwait dan Bahrain pada Kamis (16/7/2026). Serangan tersebut memicu ledakan di sekitar Kota Kuwait dan sirene peringatan berbunyi di Manama, ibu kota Bahrain, di tengah meningkatnya konflik antara Teheran dan Washington.
Militer Kuwait menyatakan telah merespons serangan udara menggunakan sistem pertahanan udara setelah mendeteksi drone yang diluncurkan Iran. Sementara itu, pemerintah Bahrain juga mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil menghadapi serangan serupa yang menyasar wilayah negara tersebut.
Pemerintah Iran menyebut sasaran serangan meliputi sistem radar, sistem pertahanan udara, dan fasilitas penyimpanan bahan bakar di Pangkalan Udara Ali Al-Salem di Kuwait, serta instalasi militer Amerika Serikat di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain. Serangan tersebut merupakan bagian dari eskalasi konflik yang terus berlanjut antara Iran dan Amerika Serikat dalam perebutan kendali atas Selat Hormuz.
Sejak kembali pecahnya permusuhan pada 7 Juli 2026, Kuwait dan Bahrain telah beberapa kali menjadi sasaran serangan Iran karena menjadi lokasi keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat. Hingga kini, kedua negara terus meningkatkan kesiagaan pertahanan udara untuk mengantisipasi serangan lanjutan, sementara ketegangan di kawasan Timur Tengah masih menunjukkan tanda-tanda peningkatan.
Sumber: Detik News











