RBN || Surabaya
Aksi demonstrasi yang digelar sejumlah elemen masyarakat di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, berakhir ricuh pada Jumat (26/6/2026) malam. Kepolisian mengamankan belasan orang, termasuk seorang pedagang es keliling yang berada di sekitar lokasi aksi.
Demonstrasi yang mengatasnamakan Front Anti Kapitalisme itu berlangsung sejak pukul 16.00 WIB. Massa menyampaikan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam aksi tersebut, peserta membawa sebelas tuntutan kepada pemerintah. Mereka juga membentangkan spanduk berisi kritik bergambar Presiden Prabowo, melakukan aksi bakar kain dan tumpukan daun kering, serta menyampaikan orasi secara bergantian hingga sekitar pukul 17.30 WIB.
Menjelang sore, massa meminta agar ada perwakilan pemerintah yang menemui mereka untuk menerima aspirasi. Namun hingga sekitar pukul 18.00 WIB tidak ada pihak yang datang menemui peserta aksi.
Situasi kemudian memanas. Sejumlah peserta aksi melempar botol ke arah aparat, sementara sebagian lainnya dilaporkan merusak pelindung aluminium pagar Gedung Grahadi.
Merespons kondisi tersebut, aparat kepolisian yang dipimpin Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Lutfie Sulistiawan, memberikan tiga kali peringatan kepada massa agar membubarkan diri. Peringatan pertama disampaikan sekitar pukul 18.37 WIB, disusul peringatan kedua dan ketiga hingga pukul 19.03 WIB.
Setelah peringatan tidak diindahkan, polisi bersama personel TNI mengerahkan barikade kendaraan bermotor serta tiga kendaraan taktis untuk membubarkan massa. Warga yang tidak terlibat aksi juga diminta menjauh dari lokasi dan tidak melakukan perekaman selama proses pembubaran berlangsung.
Dalam proses tersebut, aparat mengamankan sejumlah orang, baik peserta aksi maupun seorang pedagang minuman es yang sedang berjualan di sekitar lokasi.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfie Sulistiawan membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun, ia menyebut jumlah pasti orang yang diamankan masih dalam pendataan.
“Masih dihitung ya, tapi sementara ini mungkin ada sekitar belasan lah, kita masih hitung,” ujar Kapolrestabes Surabaya Lutfie.
Setelah pembubaran berlangsung, massa berangsur meninggalkan lokasi. Arus lalu lintas di Jalan Gubernur Suryo yang sebelumnya ditutup akhirnya kembali dibuka sekitar pukul 19.57 WIB sehingga kendaraan dapat melintas seperti biasa.
Sumber: Berita Jatim











