RBN || Jakarta
Dalam rangka memperingati Hari Raya Suci Saraswati sekaligus Pujawali ke-92 di Pura Aditya Jaya Rawamangun, digelar acara Malam Sastra yang berlangsung penuh makna pada hari Sabtu, 6 September 2025. Acara ini menghadirkan para tokoh Hindu yang memberikan pencerahan terkait peran generasi muda Hindu di tengah tantangan era globalisasi.
Tiga narasumber hadir memberikan wawasan dan inspirasi. Ir. Jro Wacik membawakan materi berjudul “Menjadi Pemuda yang Berbudaya, Berdaya Saing yang Unggul”. Ir. Jro Wacik menuturkan bahwa perjalanan hidup tidak selalu mudah, tetapi juga tidak mustahil untuk dilalui. “Tidak mudah tetapi juga tidak sulit. Kuncinya adalah bagaimana kita mampu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Sementara itu, Dra. Anak Agung Oka Puspa, M.Fil.H menyampaikan pandangan mengenai “Pendidikan Bagi Generasi Muda Hindu di Era Globalisasi”. Menurutnya, pendidikan berbasis dharma menjadi fondasi utama untuk membentuk generasi cerdas, berkarakter, dan mampu menjadi teladan di masyarakat.
Narasumber ketiga, Dr. Ida Made Pidada Manuaba, S.Ag., M.Si., membawakan materi “Peran Generasi Muda Hindu dalam Menjaga Eksistensi Kehinduan di Tengah Arus Globalisasi”. Ia menekankan bahwa eksistensi agama Hindu akan tetap kokoh apabila generasi mudanya konsisten menjalankan ajaran dharma serta aktif dalam kegiatan sosial, budaya, dan spiritual.
Diskusi malam itu dipandu oleh Dr. Anak Agung Ketut Patera, M.Fil.H selaku moderator. Dengan gaya yang hangat dan komunikatif, beliau berhasil menghubungkan gagasan para narasumber sehingga melahirkan dialog yang inspiratif bagi seluruh peserta.
Acara Malam Sastra ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam Pujawali Pura Aditya Jaya Rawamangun ke-92. Selain memperdalam pemahaman spiritual, kegiatan ini juga menegaskan bahwa generasi muda Hindu memiliki peran sentral dalam melanjutkan nilai-nilai dharma serta menjaga kelestarian budaya di tengah derasnya arus globalisasi.
Melalui Malam Sastra, umat diharapkan semakin menghayati makna Hari Saraswati sebagai momentum turunnya ilmu pengetahuan suci serta menjadikan seni dan sastra sebagai media pengingat untuk senantiasa melaksanakan dharma dalam kehidupan sehari-hari.











