RBN || Jakarta
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun skuad Garuda yang kompetitif untuk jangka panjang. Dalam pemusatan latihan dan internal game yang digelar di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Sabtu (30/5/2026), Herdman mengungkapkan bahwa dua pemain diaspora, Mitchell Baker dan Luke Vickery, tengah dipantau untuk proses naturalisasi.
Menurut Herdman, kehadiran kedua pemain tersebut bukan sekadar mengikuti latihan, melainkan bagian dari strategi pengembangan Timnas Indonesia. Mitchell yang saat ini bermain untuk Georgetown Hoyas di Amerika Serikat dan Luke Vickery yang memperkuat Macarthur FC di Australia dinilai memiliki potensi yang dapat memperkuat skuad Merah Putih di masa depan.
“Kami ingin melihat secara langsung kualitas mereka dan memahami bagaimana mereka dapat berkontribusi bagi tim. Proses naturalisasi memang membutuhkan waktu, tetapi mereka akan terus dilibatkan dalam program pemusatan latihan,” ujar Herdman.
Selain kedua pemain diaspora tersebut, Herdman juga memberikan perhatian khusus kepada pemain muda berbakat Matthew Baker. Pelatih asal Inggris itu menilai bahwa pemain muda dengan potensi besar perlu mendapatkan kesempatan lebih cepat untuk berkembang di level internasional.
Menurutnya, pengalaman bersama Timnas dapat menjadi pintu bagi para pemain muda untuk menembus kompetisi yang lebih tinggi, termasuk di Eropa. Herdman mencontohkan keberhasilannya saat menangani Jonathan David di Kanada, yang berkembang menjadi salah satu pemain terbaik setelah diberikan kesempatan sejak usia muda.
Pendekatan serupa kini diterapkan kepada talenta-talenta muda Indonesia seperti Matthew Baker dan Muhammad Alfharezzi Buffon. Herdman percaya bahwa pengalaman bersama Timnas akan mempercepat perkembangan mereka dan membuka peluang menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
Langkah ini menunjukkan bahwa Timnas Indonesia tidak hanya fokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi masa depan sepak bola nasional melalui pembinaan talenta muda dan pemanfaatan potensi pemain diaspora.
Sumber: detiksport











