RBN || Abu Dhabi
Ketegangan antara Uni Emirat Arab dan Iran kembali meningkat setelah muncul laporan bahwa UEA melancarkan serangan balasan secara diam-diam ke wilayah Iran. Serangan tersebut disebut menyasar fasilitas strategis berupa kilang minyak di Pulau Lavan, Iran, di tengah memanasnya konflik kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.
Kementerian Pertahanan UEA sebelumnya melaporkan sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sejumlah rudal dan drone yang diluncurkan dari Iran sejak awal Mei 2026. Sedikitnya 15 rudal dan empat drone berhasil dicegat, termasuk 12 rudal balistik dan tiga rudal jelajah pada Senin (4/5/2026). Akibat serangan itu, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Menanggapi serangan tersebut, pemerintah UEA menegaskan memiliki “hak penuh dan sah” untuk melakukan respons terhadap ancaman dari Iran. Tiga hari setelah serangan pertama, otoritas UEA kembali mendeteksi peluncuran serangan udara dari wilayah Iran yang menyebabkan sedikitnya tiga orang terluka.
Laporan media Amerika Serikat, The Wall Street Journal, menyebut UEA kemudian melakukan serangan balasan secara rahasia ke Iran. Mengutip sejumlah sumber anonim, WSJ melaporkan salah satu target serangan adalah kilang minyak di Pulau Lavan yang dihantam pada awal April 2026, tepat saat Presiden AS Donald Trump dikabarkan hendak mengumumkan gencatan senjata dengan Teheran.
Serangan terhadap fasilitas minyak tersebut dilaporkan memicu kebakaran besar dan melumpuhkan operasional kilang. Iran kemudian disebut membalas dengan meluncurkan rudal balistik dan drone ke wilayah UEA serta Kuwait. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi lebih lanjut dari kedua negara terkait detail operasi militer tersebut.
Sumber: Detik News











