RBN || Makassar
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi resmi menuntaskan pekerjaan pengaspalan ruas Jalan Hertasning sebagai bagian dari program strategis peningkatan kualitas infrastruktur jalan yang menjadi prioritas utama dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Pengerjaan sepanjang kurang lebih 1,8 kilometer yang membentang dari pertigaan Jalan AP Pettarani, hingga kawasan eks Kantor Dinas Pendidikan Kota Makassar, kini telah selesai dan memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas di salah satu jalur vital perkotaan tersebut.
Setelah tahap pengaspalan rampung, pemerintah melanjutkan pekerjaan dengan penataan pedestrian serta perbaikan sistem drainase guna memastikan kenyamanan, keselamatan, dan ketahanan jalan dalam menghadapi berbagai kondisi cuaca, khususnya saat musim hujan.
Proyek ini merupakan bagian dari Paket 1 dalam skema Multi Years Project dengan nilai kontrak mencapai sekitar Rp430 miliar yang mencakup penanganan 13 ruas jalan di empat kabupaten/kota yakni Makassar, Gowa, Sinjai, dan Bulukumba dengan total panjang lebih dari 300 kilometer sehingga memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan efisiensi waktu tempuh bagi masyarakat.
Kepala Seksi Preservasi Jalan menyampaikan bahwa selain Jalan Hertasning, pemerintah juga tengah mempersiapkan pengerjaan lanjutan pada ruas Jalan Aroepala yang masih berada dalam satu paket proyek yang sama dengan metode konstruksi kombinasi antara pengaspalan dan beton guna meningkatkan daya tahan jalan terhadap beban kendaraan berat.
Tahap awal pengerjaan ruas tersebut akan difokuskan pada pembangunan sistem drainase menggunakan U Ditch beton yang dirancang untuk mengoptimalkan aliran air serta mencegah genangan yang kerap menjadi penyebab kerusakan jalan.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa seluruh rangkaian proyek ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata tetapi juga diarahkan untuk menciptakan infrastruktur yang berkelanjutan, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan jangka panjang masyarakat.
Di tengah proses pengerjaan lanjutan pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar serta mendukung kelancaran proyek dengan mematuhi rekayasa lalu lintas yang diterapkan, karena keberhasilan pembangunan infrastruktur ini diharapkan mampu memberikan manfaat luas mulai dari peningkatan aksesibilitas, penguatan konektivitas kawasan, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Sumber: Antara News











