Pedro Sanchez Bela Lamine Yamal Usai Kibarkan Bendera Palestina Saat Parade Juara Barcelona

  • Share
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. (Foto: AP/Bernat Armangue)

RBN || Madrid

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez membela pemain muda Barcelona, Lamine Yamal, setelah aksinya mengibarkan bendera Palestina dalam parade juara La Liga menuai kritik keras dari pejabat Israel.

Aksi Yamal terjadi saat parade kemenangan FC Barcelona pada Senin (11/5/2026). Dalam perayaan gelar La Liga kedua secara beruntun itu, penyerang berusia 18 tahun tersebut terlihat membawa bendera Palestina di atas bus terbuka bersama rekan-rekannya.

Tindakan itu kemudian mendapat sorotan dari Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz. Melalui unggahan di platform X pada Kamis (14/5/2026), Katz menilai Yamal telah melakukan tindakan yang dianggap memicu kebencian terhadap Israel.

“Saya berharap klub besar dan terhormat seperti Barcelona mengambil jarak dari pernyataan tersebut dan menjelaskan secara tegas bahwa tidak ada tempat untuk hasutan atau dukungan terhadap terorisme,” tulis Katz.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari Pedro Sanchez yang selama ini dikenal sebagai salah satu pemimpin Eropa yang vokal mengkritik tindakan Israel di Gaza.

Menurut Sanchez, mengibarkan bendera Palestina tidak bisa diartikan sebagai bentuk kebencian.

“Mereka yang menganggap mengibarkan bendera suatu negara sebagai ‘menghasut kebencian’, berarti telah kehilangan akal sehat atau tidak lagi mampu melihat persoalan secara jernih,” tulis Sanchez di X.

Ia juga menyebut tindakan Yamal sebagai bentuk solidaritas yang banyak dirasakan masyarakat Spanyol terhadap Palestina.

“Lamine hanya mengekspresikan solidaritas terhadap Palestina yang dirasakan jutaan warga Spanyol. Itu menjadi alasan lain untuk bangga kepadanya,” lanjutnya.

Dukungan Yamal terhadap Palestina ternyata turut mendapat perhatian di Gaza. Seorang jurnalis AFP melaporkan adanya mural bergambar Yamal sedang mengibarkan bendera Palestina yang dibuat para seniman di sebuah kamp pengungsi di wilayah tersebut.

Sementara itu, pelatih Barcelona, Hansi Flick, mengaku kurang menyukai aksi pemain mudanya tersebut, namun tetap menghormati keputusan pribadi Yamal.

“Jika dia ingin melakukannya, itu adalah keputusannya,” ujar Flick.

Hubungan antara Spanyol dan Israel sendiri terus memanas sejak pecahnya konflik di Gaza pada 2023. Ketegangan meningkat setelah Spanyol resmi mengakui Palestina sebagai negara pada 2024, yang kemudian direspons Israel dengan menarik duta besarnya dari Madrid.

Pada Maret 2026, pemerintah Spanyol juga menarik diplomat tertingginya dari Tel Aviv di tengah memburuknya hubungan diplomatik kedua negara.

Sumber: Liputan6

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *