RBN || Jakarta
Menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekonomi Indonesia pada dasarnya tidak hanya bergantung pada kekuatan kebijakan fiskal dan moneter, melainkan juga sangat ditentukan oleh integritas data serta tingkat literasi publik yang berperan sebagai fondasi utama dalam membangun dan mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Dalam hal ini, data memiliki posisi strategis sebagai representasi kondisi riil sosial ekonomi yang menjadi dasar perumusan kebijakan sehingga apabila kualitas dan keakuratannya terganggu maka keputusan yang diambil berpotensi tidak tepat sasaran bahkan dapat menciptakan kesenjangan antara narasi pertumbuhan dengan kenyataan di lapangan.
Kondisi tersebut pada akhirnya dapat menggerus kepercayaan publik yang merupakan modal sosial penting dalam mendukung efektivitas pembangunan. Di sisi lain, penguatan literasi publik khususnya dalam memahami data, informasi ekonomi, dan keuangan menjadi sangat krusial agar masyarakat tidak hanya menjadi objek kebijakan tetapi juga mampu berperan aktif sebagai subjek yang kritis, adaptif, dan partisipatif dalam proses pembangunan.
Oleh karena itu, diperlukan komitmen kuat dari pemerintah untuk menjaga transparansi, akuntabilitas, serta konsistensi data melalui sistem yang terintegrasi dan berbasis teknologi guna meminimalkan distorsi informasi.
Dengan demikian, sinergi antara integritas data yang terjaga dan masyarakat yang memiliki literasi yang baik akan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan di tengah dinamika global yang terus berkembang sekaligus memastikan bahwa setiap kebijakan yang diambil benar-benar berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat serta mampu mendorong kesejahteraan secara merata.
Sumber: Siaran Berita











