Marc Marquez Ungkap Prinsip Hidup di Balik Keputusan Besar dalam Karier MotoGP

  • Share
Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez. (Foto: Instagram/ducaticorse)

RBN || Jakarta

Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, baru-baru ini mengungkapkan prinsip hidup yang menjadi dasar dari setiap keputusan besar dalam kariernya di ajang MotoGP. Marquez, yang akrab disapa “The Baby Alien,” menegaskan bahwa bagi dirinya, kualitas performa di lintasan jauh lebih berharga daripada tumpukan angka di rekening bank.

Keputusan besar yang diambil Marquez adalah saat ia rela meninggalkan kontrak bernilai fantastis bersama Repsol Honda untuk bergabung dengan tim satelit Gresini Ducati pada MotoGP 2024. Langkah ini membawa perubahan besar, mengorbankan statusnya sebagai pembalap dengan bayaran tertinggi demi mengincar motor yang lebih kompetitif.

Keputusan itu terbayar manis. Pada musim lalu, Marquez berhasil meraih gelar juara dunia kesembilannya bersama tim pabrikan Ducati, membuktikan bahwa pilihan untuk fokus pada kualitas mesin dan performa terbukti tepat.

Marquez mengungkapkan bahwa prinsip ini sudah dia tanamkan sejak awal kariernya. “Ketika Anda tiba di kejuaraan dunia, apa yang Anda cari, uang atau motor terbaik? Begitulah cara saya diajari; saya sangat beruntung. Mereka melatih mental saya, dan sekarang saya mengerti,” kata Marquez dalam wawancara dengan Autobild.es, Kamis (9/4/2026).

Pembalap berusia 33 tahun ini juga membagikan pengalamannya setelah meraih bonus sebesar satu juta euro (sekitar Rp17 miliar) setelah menjuarai musim debutnya pada 2013. Meski uang itu terkesan sangat besar, Marquez memilih untuk menyimpannya dan tidak menghabiskannya untuk hal-hal mewah.

“Setelah dipotong pajak Spanyol sebesar 50%, komisi manajer 10%, dan biaya operasional latihan, sisa uang tersebut tidak sebanyak yang dibayangkan orang,” ujar Marquez, yang lebih memilih menyimpan bonus tersebut untuk masa depannya.

Meski kini menjadi salah satu atlet terkaya, Marquez tetap menjaga gaya hidupnya tetap sederhana. Investasi terbesarnya adalah sebuah rumah seluas 1.300 meter persegi di Madrid, senilai 10 juta euro. Baginya, rumah tersebut adalah aset nyata yang memberi nilai lebih, bukan sekadar uang yang hilang begitu saja.

Selain itu, Marquez menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi wajib pajak di Spanyol, meski sempat mendapat kritik tajam saat ia berencana pindah ke Andorra beberapa tahun lalu. “Saya ingin memperjelas bahwa saya membayar, dan akan terus membayar pajak saya di Spanyol. Saya tidak punya utang kepada siapa pun,” tegasnya.

Marquez menambahkan, meskipun kekayaannya terus bertambah, gaya hidupnya tetap tidak berubah. “Saya tetap merasa bahagia berkumpul dengan teman-teman saya tanpa perlu bergaya berlebihan,” ungkap Marquez.

Dengan prinsip hidup yang sederhana dan fokus pada kualitas, Marquez terus menunjukkan bahwa kesuksesan di MotoGP tidak hanya ditentukan oleh uang, tetapi oleh dedikasi dan semangat untuk terus memberikan yang terbaik di lintasan.

Sumber: Okezone

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *