RBN || Jakarta
Persija Jakarta akhirnya angkat bicara terkait polemik yang tengah menimpa pelatihnya, Shin Tae-yong, setelah Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) menjatuhkan sanksi disiplin atas dugaan tindakan kekerasan yang terjadi saat ia masih menangani Ulsan HD.
Manajemen Macan Kemayoran menegaskan akan menghormati proses dan keputusan yang telah ditetapkan oleh federasi sepak bola Korea Selatan. Namun, hingga saat ini, Persija belum menentukan langkah apa pun terkait kelanjutan karier Shin Tae-yong di klub ibu kota tersebut.
“Persija menghormati keputusan yang telah ditetapkan oleh KFA,” tulis keterangan resmi Persija, Sabtu (25/7/2026).
Persija juga menyatakan masih memantau perkembangan kasus yang menjerat mantan pelatih Timnas Indonesia itu sebelum mengeluarkan keputusan resmi.
“Persija akan terus mengikuti perkembangan dan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, sebelum mengambil keputusan resmi,” tulisnya lagi.
Kasus yang menyeret nama Shin Tae-yong mencuat setelah KFA menggelar sidang komite disiplin dan memutuskan menjatuhkan sanksi kepada pelatih asal Korea Selatan tersebut. Sanksi itu berkaitan dengan dugaan tindakan kekerasan terhadap pemain ketika Shin memimpin Ulsan HD di Liga Korea Selatan.
Perwakilan KFA mengonfirmasi bahwa sidang telah dilakukan dan keputusan telah diambil, meski rincian hukuman belum diumumkan secara terbuka.
“Komite Disiplin baru-baru ini menggelar sidang dan telah memutuskan sanksi terhadap mantan pelatih Shin Tae-yong,” kata perwakilan KFA, Jumat (24/7/2026).
Sejumlah media di Korea Selatan menyebut Shin Tae-yong menerima kategori sanksi berat. Berdasarkan regulasi KFA, hukuman tersebut dapat berupa skorsing dari aktivitas kepelatihan dan jabatan resmi, larangan menghadiri pertandingan, hingga pencabutan keanggotaan secara permanen.
Polemik ini bermula dari beredarnya sebuah video yang memperlihatkan Shin Tae-yong menampar pipi bek Jeong Seung-hyeon dalam sebuah acara perkenalan bersama para pemain Ulsan HD. Insiden itu disebut terjadi tak lama setelah Shin resmi ditunjuk sebagai pelatih klub tersebut pada Agustus 2025, di tengah bergulirnya kompetisi.
Kini, publik menantikan langkah selanjutnya dari Persija Jakarta. Di tengah sorotan terhadap kasus tersebut, manajemen klub memilih bersikap hati-hati sambil menunggu kejelasan penuh dari pihak federasi sepak bola Korea Selatan.
Sumber: Berita Satu











