RBN || Pati
Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati kembali memanas pada hari ketiga, Rabu (29/7/2026). Massa melakukan aksi simbolik dengan membakar replika keranda jenazah dan melempar puluhan bangkai ayam serta telur busuk ke halaman kantor kejaksaan.
Demonstrasi yang telah berlangsung sejak Senin (27/7/2026) itu merupakan bentuk protes terhadap penanganan sejumlah perkara yang dinilai belum transparan. Massa juga mendesak Kepala Kejaksaan Negeri Pati, R. Hari Wibowo, untuk menemui para demonstran dan memberikan penjelasan secara langsung.
Dalam aksi tersebut, peserta unjuk rasa membakar replika keranda dan pocong yang ditempeli foto Kepala Kejari Pati. Selain itu, mereka melempar bangkai ayam dan telur busuk ke area kantor sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja institusi penegak hukum tersebut.
Aksi hari ketiga ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang juga diwarnai pembakaran ban bekas, pelemparan telur busuk, serta aksi saling dorong antara massa dan aparat keamanan yang berjaga di lokasi.
Selain menuntut Kepala Kejari menemui demonstran, AMPB meminta aparat berwenang mengusut dugaan pemerasan yang diduga dilakukan oknum kejaksaan terhadap keluarga pihak yang tengah menjalani proses hukum.
Massa juga menyoroti penanganan kasus dugaan korupsi dana desa yang melibatkan Kepala Desa Tlogosari berinisial AR. Mereka mempertanyakan alasan tersangka belum ditangkap meski telah ditetapkan sebagai tersangka.
AMPB menyatakan aksi demonstrasi akan terus berlanjut hingga Jumat (31/7/2026). Mereka berharap seluruh perkara yang dipersoalkan dapat ditangani secara terbuka, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Hingga aksi berakhir, situasi di sekitar Kantor Kejari Pati tetap mendapat pengamanan ketat dari aparat kepolisian guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama rangkaian demonstrasi berlangsung.
Sumber: iNews











