RBN || Jakarta
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM), listrik, dan gas elpiji, di tengah ancaman krisis energi global. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi beban konsumsi masyarakat.
Dalam imbauannya, Kementerian ESDM membagikan sejumlah langkah sederhana yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Untuk penggunaan BBM, masyarakat dianjurkan beralih ke transportasi umum yang dinilai lebih efisien dan mampu menghemat konsumsi bahan bakar hingga 30 persen, sekaligus mengurangi kemacetan dan polusi udara.
Sementara itu, dalam penggunaan gas elpiji, masyarakat diminta menggunakan kompor secara bijak dengan menyalakan api sesuai kebutuhan, menggunakan api sedang saat memasak, serta memastikan kompor dimatikan setelah digunakan. Selain itu, penggunaan alat masak yang tepat juga dapat mempercepat proses memasak dan menghemat konsumsi gas.
Di sektor listrik, penghematan dapat dilakukan dengan mematikan peralatan elektronik saat tidak digunakan, mencabut colokan listrik untuk menghindari konsumsi daya siaga, serta menggunakan perangkat berstandar hemat energi. Langkah ini dinilai efektif dalam menekan pemborosan energi di rumah tangga.
Kebijakan penghematan energi ini juga sejalan dengan langkah pemerintah yang mulai membatasi pembelian BBM subsidi, sebagai upaya menjaga ketersediaan energi nasional di tengah dinamika geopolitik global. Pemerintah menegaskan bahwa penghematan energi merupakan tanggung jawab bersama demi menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Dengan adanya imbauan ini, masyarakat diharapkan dapat lebih sadar dalam menggunakan energi secara efisien, sehingga ketahanan energi nasional tetap terjaga dan dampak krisis global dapat diminimalisir.
Sumber: Kompas.com











