RBN || Jepang
Ketegangan antara Jepang dan China kembali memanas setelah kedua negara melaporkan insiden baru di sekitar pulau sengketa pada Selasa (2/12). Kapal penjaga pantai kedua negara terlibat saling klaim dan saling mengusir di perairan yang telah menjadi titik panas selama puluhan tahun.
Hubungan Tokyo–Beijing belakangan semakin tegang sejak Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi, menyampaikan kemungkinan negaranya melakukan intervensi militer jika China menyerang Taiwan. Pernyataan itu memicu reaksi keras dari Beijing dan meningkatkan sensitivitas di kawasan tersebut.
Penjaga Pantai Jepang (Japan Coast Guard) melaporkan bahwa dua kapal patroli milik Penjaga Pantai China memasuki wilayah teritorial Jepang di sekitar Kepulauan Senkaku pada dini hari Selasa. Kapal tersebut berada di wilayah itu selama beberapa jam sebelum akhirnya keluar.
Insiden terjadi ketika kedua kapal China bergerak mendekati kapal nelayan Jepang yang sedang beroperasi di sekitar pulau tersebut. Sebuah kapal patroli Jepang kemudian mengeluarkan peringatan keras dan memerintahkan kapal China meninggalkan area.
“Tindakan kapal penjaga pantai China yang berlayar di wilayah teritorial Jepang sambil mengklaim kedaulatan sendiri merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional,” demikian pernyataan Japan Coast Guard.
Kepulauan Senkaku yang dikelola Jepang atau dikenal sebagai Diaoyu di China telah lama menjadi sumber konflik dan klaim tumpang tindih antara kedua negara.
Juru bicara Penjaga Pantai China, Liu Dejun, memberikan pernyataan berlawanan melalui akun resmi lembaganya di WeChat. Liu menuduh kapal nelayan Jepang “secara ilegal memasuki wilayah China”.
“Kapal penjaga pantai China mengambil langkah pengendalian yang diperlukan dan mengeluarkan peringatan untuk mengusir kapal tersebut,” ujar Liu.
Ia menegaskan bahwa China akan terus melakukan patroli dan penegakan hukum di sekitar Kepulauan Diaoyu untuk “menjaga kedaulatan wilayah dan hak maritim nasional”.
Insiden ini merupakan yang kedua dalam beberapa minggu, setelah kejadian serupa dilaporkan pada 16 November, menurut Kyodo News.
Ketegangan diplomatik Jepang–China saat ini juga dipengaruhi isu Taiwan. China mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih pulau demokratis tersebut.
Di tengah memanasnya hubungan, Beijing telah mengimbau warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang. Sejumlah kegiatan budaya ikut terdampak, termasuk dibatalkannya pertunjukan penyanyi Jepang di Shanghai pada Jumat lalu.
China juga dilaporkan kembali memperketat larangan impor makanan laut dari Jepang. Meski begitu, Beijing sejauh ini belum menerapkan langkah ekonomi besar lainnya seperti pembatasan ekspor logam tanah jarang yang menjadi komoditas strategis.
Sumber: AFP











