Google dan Intel Perkuat Kolaborasi, Fokus Kembangkan Infrastruktur AI di Google Cloud

  • Share
Ilustrasi. (Foto: ANTARA/HO-Humas Kementerian PANRB/am)

RBN || Jakarta

Dua raksasa teknologi dunia, Google dan Intel, resmi memperkuat kerja sama strategis untuk mengembangkan infrastruktur kecerdasan buatan (AI), khususnya melalui layanan Google Cloud. Kolaborasi ini menandai langkah penting di tengah meningkatnya kebutuhan industri terhadap teknologi komputasi berbasis AI.

Dilansir TechCrunch, Kamis (10/4/2026), Google Cloud akan terus memanfaatkan prosesor Intel Xeon, termasuk generasi terbaru Xeon 6, untuk mendukung berbagai kebutuhan seperti beban kerja AI, komputasi awan, hingga proses inferensi.

Kerja sama ini bukan hal baru, mengingat Google telah menggunakan berbagai varian prosesor Xeon selama puluhan tahun sebagai bagian dari fondasi infrastruktur teknologinya.

Selain itu, kedua perusahaan juga memperluas pengembangan unit pemrosesan infrastruktur khusus atau infrastructure processing unit (IPU). Teknologi ini dirancang untuk mempercepat kinerja pusat data dengan mengalihkan sebagian beban kerja dari CPU.

Kemitraan pengembangan chip yang telah dimulai sejak 2021 ini kini difokuskan pada IPU berbasis ASIC (application-specific integrated circuit), yaitu chip yang dirancang khusus sesuai kebutuhan infrastruktur AI modern. Meski demikian, Intel tidak mengungkapkan nilai investasi dalam kerja sama tersebut.

Chief Executive Officer Intel, Lip-Bu Tan, menegaskan bahwa perkembangan AI telah mengubah cara infrastruktur teknologi dibangun.

Ia menilai sistem AI membutuhkan keseimbangan antara berbagai komponen, termasuk CPU dan IPU, guna menghadirkan performa optimal sekaligus efisiensi dan fleksibilitas.

Di tengah pesatnya perkembangan AI, kebutuhan terhadap prosesor, terutama CPU, juga semakin meningkat. Meskipun GPU banyak digunakan untuk melatih model AI, CPU tetap memegang peran penting dalam menjalankan sistem serta mendukung keseluruhan ekosistem infrastruktur.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah perusahaan teknologi global mulai kembali memberikan perhatian lebih pada pengembangan CPU, terutama di tengah keterbatasan pasokan chip secara global.

Salah satu contoh adalah Arm Holdings yang baru saja memperkenalkan prosesor Arm AGI CPU, sebagai chip pertama yang dikembangkan secara mandiri oleh perusahaan tersebut.

Kolaborasi antara Google dan Intel ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem AI global, sekaligus menjawab kebutuhan industri terhadap teknologi komputasi yang semakin kompleks dan masif.

Sumber: Antara News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *